RSS

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH

18 Nov

BAB  I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG

Dari lahir sampai mati manusia hidup sebagai anggota masyarakat.Hidup dalam masyrakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar dan dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain.Interaksi sosial sangat utama dalam tiap masyarakat.Hubungan antara individu itu bukan sepihak melainkan timbal balik.Kebudayaan mempengaruhi individu dengan berbagai cara akan tetapi individu juga mempengaruhi kebudayaan sehingga terjadi perubahan sosial.1

B.TUJUAN

Mengetahui pengertian kebudayaan,masyarakat,keudayaan sekolah,serta pengaruh kebudayaan sekolah terhadap masyarakat

C.RUMUSAN MASALAH

  • Apa itu kebudayaan dan masyarakat?
  • Apa itu kebudayaan sekolah?
  • Bagaimamana pengaruh  kebudayaan sekolah terhadap masyarakat?

1. Nasution.Sosiologi Pendidikan.2004.Ed 2.Cet 3.hal 60

BAB II

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH

A.PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT

Dalam kamus lengkap bahasa Indonesia,kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan akal budi manusia2.Kebudayaan (cultuur dalam bahasa belanda), (culture dalam bahasa inggris), berasal dari bahasa latin “colere” yang  berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini maka  berkembanglah arti culture yang berarti “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengubah alam” . Sedangkan dari sudut  bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah”, yaitu bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain mengatakan bahwa kata budaya adalah sebagai perkembangan dari kata majemuk yaitu budi daya yang berarti daya dari budi, karena itu dibedakan antara pengertian budaya dengan kebudayaan.3

Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta rasa dan karsa tersebut, dimana pengertian dari

2. Bambang Marhhiyanto.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Media Centre Surabaya.hal.100

3. Abu Ahmadi.Sosiologi Pendidikan.1991.hal.58

cipta itu sendiri ialah merupakan tenaga-tenaga yang dapat mencipta kan sesuatu dan memecahkan persoalan-persoalan, dapat mencari jalan yang tepat untuk suatu kegiatan. Rasa meliputi tenaga-tenaga yang memberi sifat pada kegiatan-kegiatan berupa keharusan , kesenang-senangan, ketidak senangan dan lain-lain yang ada hubungan erat dengan jasmaniah seperti rasa sakit, rasa dingin dan sebagainya. Sedangkan karsa ialah meliputi tenaga-tenaga yang merupakan sumber dorongan (kekuatan) dari suatau kegiatan, termasuk didalamnya dorongan-dorongan nafsu atau keinginan-keinginan, hasrat-hasrat dan kemauan. Kebudayaan sendiri berarti keseluruhan yang kompleks yang mencakup pengetahuan , kepercayaan , kesenangan, social, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain seperti kebiasaan-kebiasaan yang diadakan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.4 Dalam istilah “antropologi-budaya” perbedaan itu ditiadakan.Kata “budaya”disini hanya dipakai sebagai suatu singkatan saja dari “kebudayaan” dengan arti yang sama.5

Kebudayaan itu ada tiga wujudnya, yaitu:

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.6

4. Abu Ahmadi.Sosiologi Pendidikan.1991.hal.58

5.Koentjaraningrat.Pengantar Ilmu Antropologi.2009.cet ix.hal.144

6. Koentjaraningrat.Pengantar Ilmu Antropologi.2009.cet ix.hal.150

Unsur-unsur kebudayaan terbagi atas :

  1. Cultural universal : misalnya mata pencarian, kesenian agama, ilmu pengetahuan, kekerabatan dan sebagainya.
  2. Cultural activitis : kegiatan-kegiatan kebudayaan misalnya dari mata pencarian tadi trdapat pertanian, peternakan, perikanan, perindustrian, perdagangan, dan sebagainya. Dalam cultural universal kesnian trdapat misalnya seni sastra, lukis, tari, musik, drama, film, dan sebagainya.
  3. Traits complexes, adalah bagian-bagian dari cultural activis tadi. Dari petanian terdapat irigasi, pengolahan sawah, masa panen dan sebagainya.
  4. Traits, adalah bagian-bagian dari traits complexes tadi. Misalnya dari sistem pengolahan tanah, terdapat bajak, cangkul, sabit, dan sebagainya.
  5. Items, adalah bagian-bagian dari traits kebudayaan. Dari bajak masih terdapat bagian-bagiannya, yakni mata bajak, tangkai bajak, kendali, dan sebagainya. Dari cangkul terdapat doran (tangkai cangkul), bajak, cangkulnya.7

Dalam kamus lengkap bahasa Indonesia,masyarakat  adalah sejumlah orang dalam kelompok tertentu yang membentuk perikehidupan yang berbudaya.8 Masyarakat memiliki pengertian hubungan yang terjalin antar beberapa kelompok orang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan kata lain masyarakat adalah wadah atau segenap hubungan social sekelompok orang yang terdiri dari banyak kelompok-kelompok  dantiap-tiap kelompok memiliki kelompok

7. Abu Ahmadi.Sosiologi Pendidikan.1991.hal.62

8. Bambang Marhhiyanto.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Media Centre Surabaya.hal.392

kecil atau sub kelompok, dengan demikian individu atau penduduk adalah bagian dari masyarakat. Jika diartikan lebih rinci masyarakat dapat dilihat dari ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Yang tinggal pada suatu daerah atau wilayah tertentu (ikatan geografis)
  2. Hidup bersama dalam arti luas
  3. Yang mengadakan hubungan atau interaksi satu sama lain yang teratus dan tetap
  4. Sebagai akibat antar hubungan atau interaksi antar manusia
  5. Mereka akan terikat satu sama lainya karena mereka memiliki kepentingan bersama
  6. Memepunyai tujuan bersama, dan oleh karenanya mereka memiliki kepentingan bersama
  7. Mengadakan ikatan/kesatuan atas dasar unsure-unsur sebelumnya
  8. Atas dasar pengalaman mereka mempunyai perasaan solidaritas perasaan untuk membagi sesuatu secara bersama
  9. Sadar akan ketergantungan (interpendensi) satu sama lainya
  10. Berdasarkan system yang terbentuk mereka dengan sendirinya membentuk norma-normanya.
  11. Atas dasar unsure-unsur diatas akhirnya membentuk kebudayaan bersama dari hubungan antar manusia.9

9.Mahfudh Shahuddin,Abd.Kadir.Ilmu Sosial Dasar.1991.cet i.hal 59

B.KEBUDAYAAN SEKOLAH

Walaupun kebudayaan sekolah merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat luas. Namun mempunyai cirri-ciri yang khas sebagai suatu “Subculture”.Sekolah bertugas untuk menyampaikan kebudayaan kepada generasi baru dan arena itu harus selalu memperhatikan masyarakat dan kebudayaan umum.Akan tetapi disekolah itu sendiri timbul pola-pola kelakuan tertentu. Ini mungkin sekolah mempunyai kedudukan yang agak terpisah dari arus umum kebudayaan. Sebagaimana halnya dengan keluarga dan institusi social lainya sekolah merupakan salah satu institusi social yang mempengaruhi proses sosialisasi dan berfungsi mewariskan kebudayaan masyarakat kepada anak . Sekolah merupakan suatu system social yang mempunyai organisasi yang unik dan pola relasi diantara para anggotanya yang bersifat unik, hal ini dikarenakan tiap-tiap sekolah memiliki aturan tata tertib , kebiasaan, upacara-upacara, mars/hymne sekolah,pakaian seragam dan lambang-lambang yang lain yang memberikan corak khas kepada sekolah yang bersangkutan. Penelitian oleh Wilson(1959) pada beberapa sekolah menengah menunjukan bahwa ethos suatu sekolah memiliki pengaruh prestasi akademik dan aspirasi pada siswa mengenai pekerjaan.

Timbulnya sub-Kebudayaan sekolah juga terjadi oleh sebab sebagian yang cukup besar dari waktu murid terpisah dari kehidupan orang dewasa.Dalam situasi serupa ini dapat berkembang pola kelakuan yang khas bagi anak muda yang tampak dari pakaian,bahasa,kebiasaan kegiatan-kegiatan serta upacara-upacara.sebab lain timbulnya kebudayaan sekolah ialah tugas sekolah yang khas yakni mendidik anak dengan menyampaikan sejumlah pengetahuan, sikap, terampilan yang sesuai dengan kurikulum dengan metode dan teknik control tertentu yang berlaku disekolah itu.

Dalam melaksanakan kurikulum dan ekstra kurikulum berkembang sejumlah pola kelakuan yang khas bagi sekolah yang berbeda dengan yang terdapat pada kelompok-kelompok lain dalam masyarakat.Tiap kebudayaan mengandung bentuk kelakuan yang yang diharapkan dari anggotanya.Di sekolah diharapkan bentuk kelakuan tertentu dari semua murid dan guru.Itulah yang menjadi norma bagi setiap muriddan guru.Norma ini nyata dalam kelakuan murid dan guru, dalam peraturan-peraturan sekolah, dalam tindakan dan hukuman terhadap pelnggaran, juga dlam berbagai kegiatan seperti upacara-upacara.

Sistem pendidikan mengembangkan pola kelakuan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat dan murid-murid. Kehidupan di sekolah seta norma-norma yang berlaku di situ dapat disebut dengan Kebudayaan Sekolah. Kebudayaan sekolah itu memiliki beberapa unsur-unsur penting yaitu:

-         Letak lingkungan dan prasarana fisik sekolah(gedung sekolah dan perlengkapan lainnya).

-         Kurikulum sekolah yang memuat gagasan-gagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.

-         Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas guru-guru, siswa, tenaga administrasi, tata usaha, dan non teaching specialist.

-         Nilai-nilai norma , system peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.10 10.Nasution.Sosiologi Pendidikan.2004.Ed 2.Cet 3.hal 64

C.PENGARUH KEBUDAYAAN SEKOLAH TERHADAP MASYARAKAT

Sekolah yang berorentasi penuh kepada kehidupan masyarakat disebut Community school atau sekolah masyarakat.Sekolah ini berorentasi pada masalah-masalah kehidupan dalam masyarakat seperti masalah usaha manusia melestarikan alam, memanfaatkan sumber-suber alam dan manusia, masalah kesehatan, kewarganegaraan, penggunaan waktu senggang, komunikasi, transport, dan sebagainya.Dalam kurikulum ini anak dididik agar turut serta dalam kegiatan  masyarakat. Pelajaran mengutamakan kerja kelompok. Dengan sendirinya kurikulum itu fleksibel, berbeda dari sekolah ke sekolah,dari tahun ke tahun dan tidak dapat ditentukan secara uniform.murid-murid mempelajari lingkungan sosialnya untuk mengidentifikasi masalah-maslah yang dapat dijadikan pokok bagi suatu unit pelajaran.Khususnya yang  memberi kesempatan kepada murid-murid untuk meningkatkan mutu kehidupan dalam masyarakat sekitarnya.

Dalam melaksanakan program sekolah, masyarakat turut sertakan. Tokoh-tokoh dari setiap aspek kehidupan masyarakat seperti dari dunia perusahaan, pemerintah, agama, politik, dan sebagainya.diminta bekerja sama dengan sekolah dalam peroyek perbaikan masyarakat.Untuk itu diperlukan masyarakat yang turut bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan pendidikan anak.Sekolah dan masyarakat dalam hal ini bekerja sama dalam suatu aksi social.

Bayak kesulitan yang dihadapi bila kita ingin menjalan kan sekolah seperti itu.Meminta waktu dan tenaga tokoh-tokoh masyarakat dalam suatu proyekpelajaran sekolah akan bayank menemui rintangan.Demikian pula bila anak ingin mengunjungi berbagai kantor, Pabrik, Perusahaandan sebagainya.Kurikulum sekolah sepenuh nya di dasarkanatas maslah-maslah masyarakat yang mendapat kencamanyang pedasdari golongan yang menginginkan kurikulum  akademis berdasarkan disiplin ilmu.Setelah peluncuran sputnik kurikulum yang subject-contered berupa mata pelajaranatau bidang setudi kembali mendapat peranan utama.

Sekarang mungkin jarang terdapat orang yang berpegang sepenuhnya pada prinsip-prinsip community school.Akan tetapi walaupun kurikulum bersifat subject-centered,perlu juga berorientasi pada anak dan masyarakat.Tak mungkin kurikulum efektif tanpa memperhitungkan anak dan tak ada kurikulum yang tidak mempersiapkan anak untuk masyarakat.Setiap sekolah harus relevan dengan kebutuhan masyarakat karena sekolah didiirikan oleh masyarakat untuk mempersiapkan anak untuk masyarakat.Maka kerena itu guru perlu mempelajari dan mengenal masyarakat sekitarnya.11

D. SEKOLAH DAN MOBILITAS SOSIAL

Diduga bahwa bertamabah tingginya taraf pendidikan makin besarnya mobilitas bagi anak-anak golongan rendah dan menengah .Ternyata ini tidak selalu benar bila pendidikan itu hanya terbatas apada pendidikan tingkat menengah.Jadi walaupun kewajiban belajar ditinggatkan sampai SMTA masih menjadi pertanyaan apakah mobilitas social dengan sendirinya akan meningkat.mungkin sekali tidak terjadi perluasan mobilitas social.Seperti dikemukakan diatas ijazah SMA tidak lagi

11.Nasution.Sosiologi Pendidikan.2004.Ed 2.Cet 3.hal 149

memberi mobilitas yang lebih besar kepada seseorang.Akan tetapi pendidikan tinggi  masih dapt memberikan mobilitas itu walaupun bertambahnya lulusan perguruan tinggimakin berkurang jaminan ijazah untuk meningkat status social.

Pendidikan tinggi masih sangat selektif .tidak semua orang tua mampu membiayai studi anaknya di peguruan tinggi.Dengan mnggunakan computer untuk menilai tes seleksi masuk menjadi obyektif artinya tidak lagi dipengaruhi kedudukan orang tua atau orang yang memberikan rekomendasi. Cara itu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak golongan rendah dan menengah memasuki perguruan tinggi atas dasar prestasinya dalam tes masuk itu.biaya yang cukup banyak tentu selalu merupakan hambatan bagi golongan rendah untuk menyekolahkan anaknya pada tingkat universiatas. Biasiswa dari perinth dan kesempatan untuk mengadakan pinjaman dari bank untuk studi dapat memperluas kesempatan belajar bagi mereka yang berbakat akan tetapi ekonomi lemah.12

 

 

 

 

 

 

12.Nasution.Sosiologi Pendidikan.2004.Ed 2.Cet 3.hal 38

BAB III

PENUTUP

A.KESIMPULAN

kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan akal budi manusia. Kebudayaan itu ada tiga wujudnya,yaitu:

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturandan sebagainya
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

 Masyarakat adalah sejumlah orang dalam kelompok tertentu yang membentuk perikehidupan yang berbudaya.

Dalam melaksanakan program sekolah, masyarakat turut sertakan. Tokoh-tokoh dari setiap aspek kehidupan masyarakat seperti dari dunia perusahaan, pemerintah, agama, politik, dan sebagainya.diminta bekerja sama dengan sekolah dalam peroyek perbaikan masyarakat.Untuk itu diperlukan masyarakat yang turut bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan pendidikan anak.Sekolah dan masyarakat dalam hal ini bekerja sama dalam suatu aksi social.

B.SARAN

Dalam makalah ini mungkin terdapat banyak kesalahan,oleh karna itu kami sebagai penulis sangat mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca sekalian guna penyempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu Antropologi.Rineka Cipta:Jakarta

Nasution.2004.Sosiologi Pendidikan.Bumi Aksara:Bandung

Abu Ahmadi.1991.Sosiologi Pendidikan.Rineka Cipta:jakarta

Mahfudh Salahuddin.Abd.Kadir.1991.Ilmu Sosial Dasar.Bina Ilmu:Surabaya

Bambang Marhiyanto.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Media Centre:Surabaya

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 18, 2011 in Uncategorized

 

One response to “MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH

  1. cici

    November 14, 2012 at 3:47 pm

    makasi yah tulisannya…..aku pake sbg referensi makalah aku……

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: