RSS

PERKEMBANGAN ISLAM DI KOREA

15 Feb

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Korea penuh kemiskinan, kesedihan dan penderitaan akibat dari Perang Korea yang meletus pada 25 Juni 1950. Dalam reruntuhan perang, Islam mulai menanam bijinya oleh Saudara Zubercoch dan Abdul Rahman yang berpartisipasi dalam Perang Korea sebagai anggota dinas militer Angkatan Darat Turki Perserikatan Bangsa-Bangsa ditempatkan di Korea. Selama pelayanan ia membangun sebuah gubuk Quonset digunakan sebagai Masjid, di mana ia berkhotbah doktrin Islam kepada Rakyat Korea. Tentara Turki mengajarkan rakyat Korea di Tenda Masjid dibangun di pengungsi desa ajaran monoteisme Islam selama Perang Korea, sementara rakyat Korea mengabdikan diri pada kehidupan keagamaan dalam kegelapan berharap untuk masa depan yang cerah dengan percaya kepada Allah.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah sejarah kebudayaan Islam, juga agar para mahasiswa mengetahui bagaimana proses masuknya Islam di Korea serta perkembangannya.
C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses masuknya Islam di Korea?
2. Bagaimana perkembangan Islam di Kora?

BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN ISLAM DI KOREA

A. Proses Masuknya Islam Di Korea
Dari jaman penjajahan Jepang, Itaewon telah menjadi daerah pemukiman utama bagi orang-orang dari luar negeri. Pernah bertempat barak tentara Jepang, dan setelah 1945 senyawa besar di distrik menjadi milik pasukan AS. Sekitarnya dikembangkan sebagai magnet bagi semua jenis kegiatan pemukiman asing di Seoul.
Itaewon didominasi oleh sebuah bangunan yang jelas-jelas sebuah masjid. Bangunan yang mengesankan ini adalah pengingat akan kebangkitan komunitas Muslim di sini.
Islam telah hadir di negara ini untuk waktu yang sangat lama. Pada abad 8 dan 9, pelaut dan saudagar Arab sering mengarungi perairan pantai Selatan dan Asia Timur. Pada 845 disebutkan kata ‘Korea’ dalam bukunya, dalam sebuah frase: ‘Di balik Cina, menyebrangi lautan, terdapat negara berbukit-bukit yang disebut ‘Silla’, kaya emas. Muslim yang tiba di sana secara tak sengaja sangat tertarik oleh karakternya sehingga mereka tinggal di sana selamanya dan tidak mau pergi. Pada waktu itu sejumlah pedagang muslim membuat rumah mereka.
Beberapa Korea juga membuat epik perjalanan ke Barat. Catatan mengkonfirmasi bahwa dalam 727 biksu yang terkenal Heoch’o mengunjungi Timur Dekat Arab dalam perjalanan kembali dari India.
Selama periode Koryo (918-1392) Kaesong, maka ibu kota negara, adalah rumah bagi komunitas Muslim yang berkembang, dan ada masjid juga. Anggota dari salah satu marga, keluarga Chang dari Toksu, masih ingat bahwa pendiri marga adalah seorang Muslim yang datang ke Korea pada zaman Koryo. Namun, dinasti Yi, yang merebut kekuasaan pada 1392, jauh lebih introspektif dari pendahulunya, sehingga awal ini hubungan dengan Timur Dekat secara bertahap layu.
Kebangkitan Islam terjadi selama Perang Korea. Perang itu terjadi sebagian besar oleh pasukan AS, tetapi dengan dukungan dari negara-negara lain, di antaranya Turki, pada waktu itu sekutu dekat Washington. Pasukan Turki termasuk yang paling banyak, sekitar 15.000 tentara, dan merupakan pasukan non-Amerika yang terlatih untuk mengambil bagian dalam perang.
Turki membawa Islam kembali ke Korea. Mereka terbukti tidak hanya menjadi pejuang yang baik tetapi juga berhasil menjadi pendakwah. Tenda mereka sebagai masjid yang awalnya melayani para prajurit sendiri, akhirnya menjadi pusat utama aktivitas pendakwah. Turki memperbolehkan dan mendorong orang Korea yang sudah memeluk Islam untuk ambil bagian dalam ibadah. Turki juga terlibat dalam upaya kemanusiaan skala besar, yang meninggalkan kesan mendalam di penduduk setempat.
Ketika perang selesai dan unit Turki kembali ke rumah, mereka tinggalkan komunitas Muslim lokal yang kecil namun aktif. Masyarakat Muslim Korea diresmikan pada tahun 1955. Organisasi ini, kemudian dinamai ulang Yayasan Islam Korea, menjadi organisasi utama untuk beriman di sini. Anggota masyarakat dikirim ke luar negeri untuk pendidikan agama dan mencoba untuk membangun masjid permanen dengan bantuan hibah pemerintah Malaysia, tetapi tidak mampu. Doa diadakan di gedung darurat, dengan menara yang terbuat dari papan kayu dan besi frame.
B. Perkembangan Islam Di Korea
Secara kronologi, sejarah perkembangan dan kemajuan Islam di Korea sangat mendukung perkembangan warga muslim Korea. Hal ini di awali oleh Imam Zubercoch dan Abdul Rahman yang terlibat di dalam Perang Korea sebagai anggota pengaman tentara Turki telah menyampaikan cahaya Islam dan ajaran Al-Qur’an untuk pertama kalinya di Korea pada bulan September 1955, di mulainya Persatuan Komunitas Muslim Korea pada bulan oktober 1955, disahkannya Yayasan Islam Korea oleh menteri Kebudayaan dan Komunikasi pada bulan maret 1967, pembinaan mesjid sentral Seoul pada Mei 1974, penerimaan hibah tanah seluas 1,500 m² sebagai tapak pembinaan Masjid Sentral dari Almarhum Presiden Park Jung Hee pada bulan desember 1974, di bukanya mesjid sementara di Busan pada desember 1976, mesjid sementara di Yokri, Gwangju pada April 1978, Rombongan haji terbesar yang terdiri dari 132 orang adalah yang pertama kalinya di dalam sejarah Korea pada oktober 1978, peresmian majelis mesjid Al Fatah, Pusan pada september 1980. Peresmian mesjid Kwangju pada Juni 1981, perkemahan W.A.M.Y. setiap tahun mulai Agustus 1983 sampai Agustus 1985, Peresmian Masjid Anyang Rabita Al-Alam Al-Islami pada April 1986, Peresmian Masjid Abu Bakar As-Siddiq, Jeon-ju pada september 1986, diadakannya Perkemahan Muslim Lokal W.A.M.Y pada Agustus 1987 dan 1988.
Tentunya Islam di Korea sangat bergeliat, hal ini dapat dicerminkan dari mulai banyaknya masjid, mushalla, dan pusat-pusat pendidikan Islam yang berdiri di sana. Dilain hal, dalam hubungan kerjasama antara Arab Saudi dan Federasi Muslim Korea akan mendirikan sekolah Islam pertama yaitu sekolah dasar yang juga memiliki kurikulum yang resmi, dengan rencana membuka SD tersebut pada bulan Maret 2009. Selain itu, menurut rencananya akan dibuka juga pusat kebudayaan Islam, sekolah menengah dan bahkan universitas.
Warga Korea Selatan mulai bisa menerima Islam pada tahun 1980-an dikarenakan pada saat itu orang Korea banyak yang bekerja di luar negeri khususnya di Timur Tengah sehingga selain bekerja, mereka juga mempelajari Islam. Begitu kembali ke Korea, mereka menyebarkan agama Islam kepada warga setempat. Dan sekarang warga Korea Selatan sudah mulai mengerti, memahami sehingga agama Islam sangat berkesan.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, sampai sekarang ada 9 buah mesjid yang ada di Korea. Antara lain, masjid Mesjid Seoul, Mesjid Busan, Mesjid Bupyong, Mesjid Kwangju, Mesjid Jeonju, Mesjid Anyang, Mesjid Ansan, Mesjid Cheonan , dan Mesjid Paju. Ada juga beberapa Islam Center di Korea, seperti Daejon, Dongam Center, Daegu Center, Daegu (Al-Amin Islamic Center), Gwangju Center, Macheon-Keoyeo Center, Jeju Center, Changwon Center, Pochun Center, Dongdu Cheon Center, dan Suwon.
Persentase agama Islam di Korea, Korea Selatan menduduki rangking ke-25 berdasarkan jumlah penduduk terbanyak diseluruh negara di dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 48.447.000 jiwa, sedangkan untuk peringkat pertama tentunya masih di duduki oleh China dengan jumlah penduduk sekitar 1.314.781.000 jiwa. Dan berdasarkan total penduduk yang memeluk agama Islam disetiap negara di dunia, Korea Selatan menduduki peringkat ke- 108 dengan jumlah pemeluk sekitar 194.000 jiwa, sedangkan untuk peringkat pertama diduduki oleh Indonesia dengan jumlah penganut agama Islam sekitar 195.627.000 jiwa dari total penduduk 222.051.000 jiwa.
Jumlah pemeluk agama terbanyak di Korea Selatan adalah pemeluk agama Budha, dengan jumlah pemeluk sebanyak 12.742.000 jiwa, agama Kristen sejumlah 5.668.000 jiwa, agama Katholik sejumlah 7.945.000 jiwa, pemeluk Khonghucu dan Taois sejumlah 678.000 jiwa, dan lainnya sejumlah 21.220.000 jiwa.
Dari persentase pemeluk agama di Korea diatas, disimpulkan bahwa dari total penduduk Korea Selatan sebanyak 48.447.000 jiwa dipersentasekan sebanyak 0,4% warga Korea Selatan adalah pemeluk agama Islam dengan jumlah 194.000 jiwa. Sedangkan jumlah pemeluk agama terbesar adalah pemeluk agama Budha sebanyak 26,30% dengan jumlah 12.742.000 jiwa, agama Khatolik 16,39% dengan jumlah 7.945.000 jiwa, Kristen 11,69% dengan jumlah 5.668.000 jiwa, Konghucu dan Tao 1,39% dengan jumlah 678.000 jiwa, dan yang lainnya 43,80% dengan jumlah 21.220.000 jiwa.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Islam telah hadir di negara ini untuk waktu yang sangat lama. Pada abad 8 dan 9, pelaut dan saudagar Arab sering mengarungi perairan pantai Selatan dan Asia Timur. Pada 845 disebutkan kata ‘Korea’ dalam bukunya, dalam sebuah frase: ‘Di balik Cina, menyebrangi lautan, terdapat negara berbukit-bukit yang disebut ‘Silla’, kaya emas. Muslim yang tiba di sana secara tak sengaja sangat tertarik oleh karakternya sehingga mereka tinggal di sana selamanya dan tidak mau pergi. Pada waktu itu sejumlah pedagang muslim membuat rumah mereka.
Kebangkitan Islam terjadi selama Perang Korea. Perang itu terjadi sebagian besar oleh pasukan AS, tetapi dengan dukungan dari negara-negara lain, di antaranya Turki, pada waktu itu sekutu dekat Washington. Pasukan Turki termasuk yang paling banyak, sekitar 15.000 tentara, dan merupakan pasukan non-Amerika yang terlatih untuk mengambil bagian dalam perang.
Turki membawa Islam kembali ke Korea. Mereka terbukti tidak hanya menjadi pejuang yang baik tetapi juga berhasil menjadi pendakwah. sejarah perkembangan dan kemajuan Islam di Korea sangat mendukung perkembangan warga muslim Korea. Hal ini di awali oleh Imam Zubercoch dan Abdul Rahman yang terlibat di dalam Perang Korea sebagai anggota pengaman tentara Turki telah menyampaikan cahaya Islam dan ajaran Al-Qur’an untuk pertama kalinya di Korea pada bulan September 1955.

DAFTAR PUSTAKA

http://blackfishboy.blogspot.com/2009/02/islam-di-korea-sejarah-dan.html

http://dennishutomo.wordpress.com/2010/01/09/42/

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2013 in makalahku, SKI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: