RSS

negara

17 Feb

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara kodrati, manusia merupakan makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa dihadapkan pada realitas sosial yang sangat kompleks, terutama menyangkut usaha pemenuhan kebutuhan dan kelangsungan hidup.kenyataan ini menimbulkan pemikiran perlunya suatu wadah yang berbentuk asosiasi. Ada berbagai asosiasi seperti asosiasi ekonomi dan asosiasi spiritual. Dari berbagai bentuk asosiasi yang ada, yang terpenting adalah asosiasi negara. Asosiasi ini didirikan untuk mengatur baik sistem hukum maupun politik, serta untuk menyelenggarakan perlindungan hak dan kewajiban manusia, dan ketertiban dan keamanan bersama.

B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui pengerrtian Negara, tujuan dan fungsi Negara, unsure-unsur Negara, bentuk Negara, serta asal mula terjadinya Negara.
C. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Negara?
2. Apa tujuan dan fungsi Negara?
3. Apa saja unsur-unsur Negara?
4. Bagaimana asal mulanya terjadi Negara?
5. Apa saja bentuk-bentuk Negara?

BAB II
PEMBAHASAN
NEGARA

A. Pengertian Negara
Dalam arti luas, negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.
Dalam arti khusus, pengertian negara yaitu:
a. George Jelllinek; negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman diwilayah tertentu.
b. George Wilhelm Friedrich Hegel; negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.
c. Mr. Kranenburg; negara suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.
d. Roger F. Soltau; negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
e. Prof. R. Djokosoetono; negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama.
f. Prof. Mr. Soenarko; negara ialah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tetentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souverign (kedaulatan).

B. Tujuan dan Fungsi Negara
Sebagai sebuah organisasi kekuasaan dari kumpulan orang-orang yang mendiaminya, Negara harus memiliki tujuan yang disepakati bersama. Tujuan sebuah Negara dapat bermacam-macam, antara lain:
a. Bertujuan untuk memperluas kekuasaan.
b. Bertujuan menyelenggarakan ketertiban hukum.
c. Bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum.

Fungsi Negara:
a. Melaksanakan ketertiban (law and order) untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat.dalam hal ini, negara bertindak sebagai stabilisator.
b. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Pada masa sekarang, fungsi ini dianggap sangat penting, terutama bagi negara-negara baru atau yang sedang berkembang.
c. Mengusahakan pertahanan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar. Negara harus dilengkapi dengan alat-alat pertahanan yang kuat dan canggih.
d. Menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan peradilan.

C. Unsur-Unsur Negara
Suatu Negara harus memiliki tiga unsur penting , yaitu rakyat, wilayah, dan pemerintah. Ketiga unsure ini oleh Mahfud M.D. disebut sebagai unsure konstitutif. Tiga unsure ini perlu ditunjang dengan unsure lainnya sepertri adanya konstitusi dan pengakuan dunia Internasional yang oleh Mahfud disebut dengan unsure deklaratif.
1. Rakyat
Rakyat (Inggris: people; Belanda: volk) adalah kumpulan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat penghuni suatu negara, meskipun mereka ini mungkin berasal dari keturunan dan memiliki kepercayaan yang berbeda. Rakyat merupakan unsur terpenting dalam negara karena manusialah yang berkepentingan agar organisasi negara dapat berjalan dengan baik.

2. Wilayah
Wilayah adalah unsure Negara yang harus terpenuhi karena tidak mungkin ada Negara tanpa ada batas-batas territorial yang jelas. Secara umum wilayah dalam sebuah Negara biasanya mencakup daratan, perairan, dan udara. Dalam konsep Negara modern masing-masing batas wilayah tersebut diatur dalam perjanjian dan perundang-undangan internasional.
3. Pemerintah

Istilah Pemerintah merupakan terjemahan dari kata asing Gorvernment (Inggris), Gouvernement (Prancis) yang berasal dari kata Yunani κουβερμαν yang berarti mengemudikan kapal (nahkoda). Dalam arti luas, Pemerintah adalah gabungan dari semua badan kenegaraan (eksekutif, legislatif, yudikatif) yang berkuasa memerintah di wilayah suatu negara. Dalam arti sempit, Pemerintah mencakup lembaga eksekutif saja.

4. Pengakuan Oleh Negara Lain
Unsure pengakuan oleh Negara lain hanya bersifat menerangkan tentang adanya Negara. Hal ini hanya bersifat deklaratif, bukan konstitusif, sehingga tidak bersifat mutlak. Ada dua macam pengakuan suatuv Negara, yakni pengakuan de facto dan de jure. Pengakuan de facto ialah pengakuan atas fakta adanya Negara. Pengakuan tersebut didasarkan adanya fakta bahwa masyarakat politik telah memenuhi tiga unsure utama Negara. Sedangkan pengakuan de jure merupakan pengakuan akan sahnya suatu Negara atas dasar pertimbangan yuridis menurut hukum. Dengan memperoleh pengakuan de jure, maka suatu Negara mendapatkan hak-haknya disamping kewajiban sebagai anggota keluarga bangsa sedunia. Hak dan kewajiban dimaksud adalah hak dan kewajiban bertindak dan diberlakukan sebagai suatu Negara yang berdaulat penuh diantara Negara-negara lain.

D. Asal Mula Terjadinya Negara

1. Terjadinya negara secara primer
a. Suku/ persekutuan masyarakat (genootschaft)
Awal kehidupan manusia dimulai dari keluarga, kemudian terus berkembang menjadi kelompok-kelompok masyarakat hukum tertentu (suku). Suku sangat terikat dengan adat serta kebiasaan-kebiasaan yang disepakati. Pimpinan suku (kepala suku atau kepala adat) berkewajiban mengatur dan menyelenggarakan kehidupan bersama.
b. Kerajaan
Kepala suku yang semula berkuasa dimasyarakat hukumnya kemudian mengadakan ekspansi dengan penaklukan-penaklukan ke daerah lain. Hal ini mengakibatkan berubahnya fungsi kepala suku dari primus inter pares (orang yang pertama diantara yan sederajat) menjadi seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas dalam bentuk kerajaan.
c. Negara nasional
Pada awalnya, negara nasional diperintah oleh raja yan absolut dengan sistem pemerintahan tersentralisasi. Semua rakyat dipaksa mematuhi kehendak dan perintah raja. Hanyna ada satu identitas kebangsaan. Fase demikian dinamakan fase nasional di dalam terjadinya negara.
d. Negara demokrasi
Dari fase negara nasional, secara bertahap rakyat mempunyai kesadaran batin dalam bentuk perasaan kebangsaan. Adanya kekuasaan raja yang mutlak menimbulkan keinginan rakyat untuk memegang pemerintahan sendiri, di mana kedaulatan/ kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Rakyat berhak memilih pemimpinnya sendiri yang dianggap dapat mewujudkan aspirasi mereka. Ini dikenal dengan kedaulatan rakyat.

2. Terjadinya negara secara sekunder
a. Pendudukan (Occupatie)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai.Misalnya, Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan tahun 1847.

b. Peleburan (Fusi)
Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi Negara yang baru. Misalnya terbentuknya Federasi Jerman tahun 1871.

c. Penyerahan (Cessie)
Hal ini terjadi Ketika suatu Wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan suatu perjanjian tertentu. Misalnya, Wilayah Sleeswijk pada Perang Dunia I diserahkan oleh Austria kepada Prusia,(Jerman).

d. Penaikan (Accesie)
Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan Lumpur Sungai atau dari dasar Laut (Delta). Kemudian di wilayah tersebut dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah Negara. Misalnya wilayah negara Mesir yang terbentuk dari Delta Sungai Nil.

e. Pengumuman (Proklamasi)
Hal ini terjadi karena suatu daerah yang pernah menjadi daerah jajahan ditinggalkan begitu saja. Sehingga penduduk daerah tersebut bisa mengumumkan kemerdekaannya. Contohnya, Indonesia yang pernah di tinggalkan Jepang karena pada saat itu jepang dibom oleh Amerika di daerah Hiroshima dan Nagasaki.
3. Berdasarkan pendekatan teoretis
a. Teori ketuhanan
AJARAN TOKOH
• Didasarkan pada kepercaya-an bahwa segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Tuhan. Demikian juga negara terjadi atas kehendak Tuhan.
• nampak pada UUD-nya “By the Grace Of God” (Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa) 1. Agustinus
2. Yulius Stahl
3. Haller
4. Kraneburg
5. Thomas Aquinas

b. Teori perjanjian masyarakat
AJARAN TOKOH
• Terjadinya negara karena adanya perjanjian masyara-kat. Semua warga negara mengikat diri dalam suatu perjanjian bersama untuk mendirikan suatu organisasi yang bisa melindungi dan menjamin kelangsungan hi-dup bersama.
• Thomas Hobbes menghen-daki “monarki absolut” 1. Thomas Hobbes
2. Jhon locke
3. J.J Rosseau
4. montesquieu

c. Teori kekuasaan
AJARAN TOKOH
• Negara terbentuk atas dasar kekuasaan dan kekuasaan adalah ciptaan mereka yang paling kuat dan berkuasa. 1. H.J Laski
2. L. Duguit
3. Karl Marx
4. Oppenheimer
5. kollikles

d. Teori Hukum Alam
AJARAN TOKOH
• Hukum alam bukan buatan negara, melainkan atas ke-kuasaan alam yang berlaku setiap waktu dan tempat, serta bersifat universal dan tidak berubah. 1. Plato
2. Aristoteles
3. Agustinus
4. Thomas Aquino

E. Bentuk-Bentuk Negara
Negara memiliki bentuk yang berbeda-beda. Secara umum, dalam konsep dan teori modern, Negara terbagi kedalam dua bentuk: Negara kesatuan dan Negara serikat.
a. Negara Kesatuan (Unitaris)
Negara Kesatuan adalah negara bersusunan tunggal, yakni kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar. Hubungan antara pemerintah pusat dengan rakyat dan daerahnya dapat dijalankan secara langsung. Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet), dan satu parlemen. Demikian pula dengan pemerintahan, yaitu pemerintah pusatlah yang memegang wewenang tertinggi dalam segala aspek pemerintahan.
Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam sistem, yaitu:
1. Sentralisasi, dan
2. Desentralisasi.
Dalam negara kesatuan bersistem sentralisasi, semua hal diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya menjalankan perintah-perintah dan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat. Daerah tidak berwewenang membuat peraturan-peraturan sendiri dan atau mengurus rumah tangganya sendiri.
Dalam negara kesatuan bersistem desentralisasi, daerah diberi kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri (otonomi, swatantra). Untuk menampung aspirasi rakyat di daerah, terdapat parlemen daerah. Meskipun demikian, pemerintah pusat tetap memegang kekuasaan tertinggi.

b. Negara Serikat (Federasi)
Negara Serikat adalah negara bersusunan jamak, terdiri atas beberapa negara bagian yang masing-masing tidak berdaulat. Kendati negara-negara bagian boleh memiliki konstitusi sendiri, kepala negara sendiri, parlemen sendiri, dan kabinet sendiri, yang berdaulat dalam negara serikat adalah gabungan negara-negara bagian yang disebut negara federal.
Setiap negara bagian bebas melakukan tindakan ke dalam, asal tak bertentangan dengan konstitusi federal. Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain) hanya dapat dilakukan oleh pemerintah federal.

BAB III
KESIMPULAN

negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.
Tujuan sebuah Negara dapat bermacam-macam, antara lain:
a. Bertujuan untuk memperluas kekuasaan.
b. Bertujuan menyelenggarakan ketertiban hukum.
c. Bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum.
Unsur-unsur Negara:
a. Rakyat
b. Wilayah
c. Pemerintahan
d. Pengakuan negarga lain
Bentuk Negara:
a. Negara kesatuan
b. Negara serikat

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto.2000.Tata Negara untuk SMU Kelas 3.Erlangga.
Hidayat Komaruddin, Azra Azyumardi.2008.Pendidikan Kewarganegaraan (civic education).Jakarta: ICCE UIN Syarifc Hidayatullah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Negara

http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/unsur-unsur-negara/

http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/bentuk-negara-dan-bentuk-kenegaraan/

http://www.dieksjetkid.co.cc/2010/05/asal-mula-terjadinya-negara.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 17, 2013 in civic education

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: