RSS

papan tulis sebagai media pembelajaran

17 Feb

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan
Papan tulis, merupakan “alat” yang sangat diperlukan disetiap sekolah dan di kelas. Bahkan papan tulis dikatakan fasilitas yang mutlak diperlukan, seperti halnya diperlukan meja dan kursi. Dengan papan tulis, pengajar dapat menulis dan menjelaskan materi pelajaran secara efektif dan efisien, sehingga pembelajar dapat menerima pelajaran dengan baik. Papan tulis dapat di gunakan secara baik, dengan memperhatikan prinsip-prinsip penggunanaan papan tulis.Papan tulis, belum dapat dikategori sebagai “media pembelajaran”, tetapi sebagai alat pelajaran. Papan tulis dapat dikategori sebagai media pembelajaran, apabila “papan tulis” tersebut telah difungsikan atau digunakan untuk memberikan informasi atau digunakan untuk menjelaskan meteri pelajaran atau papan tulis itu sendiri fungsinya telah memberikan informasi kepada penerima pesan atau “pembelajar”.
Papan tulis merupakan alat yang lazim digunakan, tetapi pertanyaannya bagaimana saudara dapat menggunakan papan tulis dengan baik, efektif, dan efisien dalam menjelaskan pelajaran di kelas?
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah agar para mahasiswa khususnya calon guru mengetahui sejarah papan tulis, kelebihan dan keunggulan serta mengoptimalkan penggunaan papan tulis sebagai media pembelajaran.
C. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah mahasiswa mengetahui kelemahan dan kekurangan papan tulis sebagai media pembelajaran, serta bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya. Dengan begini mahasiswa dan calon guru mampu menguasai papan tulis sebagai media pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Papan Tulis
Papan hitam pada zaman dahulu hanyalah sekeping batu untuk mencatat nota di atasnya tanpa menggunakan kapur tulis karena pada masa itu kapur tulis masih belum wujud lagi. Kanak-kanak hanya menggunakan batu kecil untuk menulis di atasnya. Tulisan dengan mudahnya dipadam menggunakan sehelai kain buruk.
Pada lewat kurun ke-18 dan awal kurun ke-19, ‘’papan batu’’ ini sering digunakan di sekolah-sekolah di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. ‘’Papan batu’’ ini ditambat pada rangka kayu untuk membantu mengukuhkannya dan mengelakkannya daripada retak. Pada masa itu, kertas amat mahal dan sukar untuk didapati dan oleh sebab itu, ‘’papan batu’’ ini amat sesuai sebagai pengganti.
Namun, pada suatu ketika, ‘’papan batu’’ ini mulai digunakan dengan kaedah terbaru. Seorang guru geografi yang bekerja di Scotland dilaporkan telah mengambil ‘’papan batu’’ daripada pelajar-pelajarnya dan menggantungkannya pada dinding. Dia kemudiannya menggunakannya untuk membuat papan tulis yang boleh diubah untuk menulis maklumat geografi yang membolehkan pelajarnya membaca bersama-sama. Revolusi papan hitam bermula dari sini.
Idea ini diaplikasikan dengan cepat. Penggunaan papan hitam dalam cara ini yang pertama sekali direkodkan ialah di benua Amerika Utara, yaitu apabila papan hitam digunakan di Akademi Ketenteraan Amerika Syarikat di West Point. Akademi ketenteraan yang lain juga kemudiannya mengikut kaedah penggunaan papan hitam ini dan akhirnya, kaedah ini telah tersebar di semua sekolah-sekolah yang lain.
Pada sekitar 1850-an, sekolah-sekolah telah dilengkapkan dengan papan hitam bersama-sama dengan beberapa perkakas lain seperti dapur (yang menggunakan kayu untuk memasak) dan bangku. Walau bagaimanapun, penggunaan papan hitam masih lagi belum menjadi sesuatu yang biasa.
Apabila teknologi semakin maju, batu yang digunakan untuk menulis pada papan hitam telah digantikan dengan kapur tulis. Kapur tulis yang lembut ini lebih mudah untuk digunakan pada papan hitam dan juga lebih mudah untuk dibersihkan. Kain buruk yang pernah digunakan untuk memadam tulisan pada papan hitam telah digantikan dengan pemadam papan hitam yang baru, yang mana mampu menyerap lebih banyak habuk kapur tulis dan mengelakkannya daripada berterbangan di udara. Papan hitam juga tidak lagi diperbuat daripada ‘’papan batu’’ tetapi kepingan besi dengan porselin.
Sejak kebelakangan ini, banyak sekolah telah menggantikan papan hitam dengan papan putih karena bimbang dengan masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat habuk kapur tulis.
B. Proses Penggunaan Papan Tulis Sebagai Media Pembelajaran
Papan tulis, merupakan “alat” yang sangat diperlukan disetiap sekolah dan di kelas. Bahkan papan tulis dikatakan fasilitas yang mutlak diperlukan, seperti halnya diperlukan meja dan kursi. Dengan papan tulis, pengajar dapat menulis dan menjelaskan materi pelajaran secara efektif dan efisien, sehingga pembelajar dapat menerima pelajaran dengan baik. Papan tulis dapat di gunakan secara baik, dengan memperhatikan prinsip-prinsip penggunanaan papan tulis. Papan tulis, belum dapat dikategori sebagai “media pembelajaran”, tetapi sebagai alat pelajaran. Papan tulis dapat dikategori sebagai media pembelajaran, apabila “papan tulis” tersebut telah difungsikan atau digunakan untuk memberikan informasi atau digunakan untuk menjelaskan meteri pelajaran atau papan tulis itu sendiri fungsinya telah memberikan informasi kepada penerima pesan atau “pembelajar”.
keterampilan menggunakan papan tulis perlu dipelajari dan karena itu pengajar-pengajar lulusan tenaga kepengajaran akan dapat menggunakan papan tulis secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Ada tekhnik khusus yang harus dikuasai oleh seorang guru dalam menggunakan papan tulis agar tujuan pembelajaran bisa di capai dengan baik, diantaranya :
1. penyajian tulisan harus benar-benar jelas,agar semua siswa dapat melihatnya secara merata dan jelas.
2. Menyajikan materi secara terperinci.
3. Menulis dan menggambar haruslah berbentuk sederhana.
4. Menjelaskan hal-hal yang terdapat dalam papan tulis kepada siswa apabila ada yang masih belum dimengerti.
5. Setelah itu usahakan murid untuk mencoba kedepan kelas tentang materi pelajaran yang sedang berlangsung.
C. Keunggulan Papan Tulis
Penggunaan papan tulis pada saat menjelaskan materi pelajaran, memiliki nilai manfaat yang sangat penting, antara lain :
1. Tidak memerlukan banyak pekerjaan dan persiapan.
2. Penyajian pelajaran dapat dilakukan dengan jelas oleh pengajar selangkah demi selangkah dan secara sistematis.
3. Dapat menjelaskan hal-hal sesaat (misalnya untuk menjawab pertanyaan).
4. Apabila terdapat kekeliruan atau kesalahan dapat dilihat dan segera diperbaiki oleh pengajar secara langsung.
5. Merangsang pembelajar untuk dapat belajar secara efektif.
6. Pembelajar dapat melihat dan dapat membaca dengan jelas apa yang ditulis oleh pengajar di papan tulis.
7. Memotivasi pembelajar untuk terbiasa bekerja pada papan tulis.
D. Kelemahan Papan Tulis
Manfaat dan nilai penggunaan papan tulis dalam proses pembelajaran di kelas sangat besar, tetapi ada beberapa hal yang secara langsung atau tidak langsung dapat membatasi pengajar menggunakan papan tulis, yaitu:
1. Ada sebagian pengajar merasa tidak tenang apabila menggunakan papan tulis. Merasa tidak mempunyai kecakapan menulis, menggambar yang bagus dan indah di papan tulis. Hal ini menyebabkan keragu-raguan dan timbul rasa segan untuk menggunakan papan tulis sebagai media pembelajaran.
2. Pengajar segan untuk mempersiapkan dan membersihkan papan tulis sebelum mengajar, karena takut tangan kotor terkena debu kapur. Atau untuk mempersiapkan suatu demonstrasi melalui papan tulis memerlukan waktu dan meminta perhatian, ketekunan tersendiri dari pengajar. Akibatnya dapat menimbulkan rasa segan ketika menggunakan papan tulis.
3. Adanya alat-alat modern yang mulai digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, seperti slide, kaca terbus cahaya, film, vidio, VCD, LCD, dll.
4. Banyak buku-buku pelajaran yang dapat dibeli dan dimiliki oleh pembelajar, dari pada mencatat pelajaran dari papan tulis.
5. Pembelajar tidak selalu dapat melihat pelajaran dengan mudah di papan tulis, karena mungkin pengajar berdiri di depan papan tulis dan menutupi tulisan di papan tulis.
6. Apabila pembelajar diberi kesempatan untuk menggunakan papan tulis, maka memerlukan waktu yang banyak, mengurangi jumlah bahan yang akan diajarkan, dan membosankan.
7. Demonstrasi dan ilustrasi yang disajikan pengajar pada papan tulis, seringkali tidak dapat ditangkap pembelajar dengan jelas, sukar dilihat dan kemungkinan tidak dimengerti pembelajar, karena pengajar berdiri di depan papan tulis.
8. Debu kapur, dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan pengajar, yaitu sakit paru-paru, tenggerokan, gangguan kulit, dan pernapasan. Apalagi ventilasi ruangan tidak begitu baik .

E. Mengoptimalkan Penggunaan Media Papan Tulis
Di tengah makin banyaknya media pendidikan modern dengan berbagai kecanggihannya, seperti proyektor, televisi, ataupun komputer, kehadiran, papan tulis tetap diperlukan.Ruangan kelas tanpa papan tulis pasti akan terasa berbeda sekali, layaknya sayur tanpa garam yang terasa hambar. Begitu pentingnya keberadaan papan tulis sehingga media yang satu ini tetap ada di ruangan-ruangan kelas sampai sekarang.
Sayangnya, sering kali papan tulis yang telah menjadi ikon dari suatu kelas malah sering dibiarkan begitu saja, tidak kita manfaatkan atau mungkin kita sering memanfaatkannya namun hanya sekadar untuk kita isi dengan berbagai coretan-coretan, gambar-gambar, atau kata-kata yang justru malah semakin membingungkan siswa. Padahal papan tulis jika kita tahu cara menggunakannya, akan sangat membantu kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas. Tentunya agar kehadiran papan tulis di ruangan kelas kita ini tidak sisa-sia maka kita perlu mempelajari beberapa cara menggunakan papan tulis yang baik. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan penggunaan media papan tulis.
Pertama, biasakan mengawali pelajaran dengan keadaan papan tulis bersih. Papan tulis yang bersih akan membantu menghemat waktu ketika kita akan menuliskan sesuatu di papan tulis ketika kita mengajar sekaligus papan tulis yang berada dalam keadaan bersih menunjukkan bahwa kita siap mengajar siswa dan siswi.
Kedua, tuliskan topik pelajaran di bagian atas papan tulis dan biarkan untuk bisa terus dilihat oleh siswa selama mungkin sampai pelajaran kita berakhir. Menuliskan topik pelajaran sangat berguna supaya siswa bisa terus mengingat akan apa yang ia sedang pelajari, ini penting karena setiap hari siswa dan siswi kita biasa belajar lebih dari satu mata pelajaran. Selain itu, dengan menuliskan topik pelajaran di papan tulis akan berguna ketika ada siswa yang terlambat masuk, tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada temannya dan lantas menimbulkan kegaduhan di kelas.
Ketiga, sediakan tempat yang kosong di papan tulis agar kita bisa menuliskan kata-kata kunci. Jika kita menuliskan seluruh bahan pelajaran di papan tulis, akan lebih banyak waktu yang dipergunakan siswa untuk mencatat apa yang terpampang di papan tulis daripada memperhatikan penjelasan kita.
Keempat, untuk beberapa mata pelajaran yang sering kali perlu menuliskan perhitungan maka kita bisa menuliskannya di bagian sudut papan tulis.
Kelima, hindarkan memenuhi papan tulis dengan terlalu banyak coretan, garis, gambar yang bisa membuat siswa bingung. Usahakan agar seluruh yang kita tulis di papan tulis dapat dibaca dengan jelas oleh seluruh siswa.
Keenam, hindari selalu berdiri di depan apa yang kita tuliskan di papan tulis karena hal ini akan menghalangi siswa yang akan mencatat apa yang kita tuliskan.
Ketujuh, hapuslah seluruh kata-kata, gambar, bagan di papan tulis yang memang akan kita hapus agar tidak membuat siswa kebingungan.
Kedelapan, pada saat kita menulis di papan tulis biasakanlah untuk tidak menulis sambil berbicara, kita baru berbicara setelah kita selesai menulis.
Kesembilan, menimbulkan kesan positif dan daya tarik sehingga dapat membuat daya ingat jangka panjang siswa berkembang, misalnya menggunakan warna.
Untuk mengecek sudah seberapa jauh kita berhasil mengoptimalkan penggunaan media papan tulis ini maka kita bisa mengeceknya dengan melihatnya dari jarak-jarak tertentu di sela-sela waktu kita mengajar.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada lewat kurun ke-18 dan awal kurun ke-19, ‘’papan batu’’ ini sering digunakan di sekolah-sekolah di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. ‘’Papan batu’’ ini ditambat pada rangka kayu untuk membantu mengukuhkannya dan mengelakkannya daripada retak. Pada masa itu, kertas amat mahal dan sukar untuk didapati dan oleh sebab itu, ‘’papan batu’’ ini amat sesuai sebagai pengganti.
Namun, pada suatu ketika, ‘’papan batu’’ ini mulai digunakan dengan kaedah terbaru. Seorang guru geografi yang bekerja di Scotland dilaporkan telah mengambil ‘’papan batu’’ daripada pelajar-pelajarnya dan menggantungkannya pada dinding. Dia kemudiannya menggunakannya untuk membuat papan tulis yang boleh diubah untuk menulis maklumat geografi yang membolehkan pelajarnya membaca bersama-sama. Revolusi papan hitam bermula dari sini.
Kelebihan papan tulis:
a. Tidak memerlukan banyak pekerjaan dan persiapan.
b. Penyajian pelajaran dapat dilakukan dengan jelas oleh pengajar selangkah demi selangkah dan secara sistematis.
c. Dapat menjelaskan hal-hal sesaat (misalnya untuk menjawab pertanyaan).
d. Apabila terdapat kekeliruan atau kesalahan dapat dilihat dan segera diperbaiki oleh pengajar secara langsung.
e. Merangsang pembelajar untuk dapat belajar secara efektif.
f. Pembelajar dapat melihat dan dapat membaca dengan jelas apa yang ditulis oleh pengajar di papan tulis.
g. Memotivasi pembelajar untuk terbiasa bekerja pada papan tulis.

Kelemahan papan tulis:
a. Adanya keragu-raguan dan timbul rasa segan untuk menggunakan papan tulis sebagai media pembelajaran.
b. Untuk mempersiapkan suatu demonstrasi melalui papan tulis memerlukan waktu dan meminta perhatian, ketekunan tersendiri dari pengajar.
c. Adanya alat-alat modern yang mulai digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
d. Banyak buku-buku pelajaran yang dapat dibeli dan dimiliki oleh pembelajar, dari pada mencatat pelajaran dari papan tulis.
e. Pembelajar tidak selalu dapat melihat pelajaran dengan mudah di papan tulis, karena mungkin pengajar berdiri di depan papan tulis dan menutupi tulisan di papan tulis.
f. Debu kapur, dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan pengajar, yaitu sakit paru-paru, tenggerokan, gangguan kulit, dan pernapasan. Apalagi ventilasi ruangan tidak begitu baik .
B. Saran
Setelah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini, kami harapkan saran dan kritik dari bapak pembimbing dan rekan-rekan sekalian demi kesempurnaan makalah ini. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membaca. Amin.
DAFTAR PUSTAKA

http://ber-guru.blogspot.com/2011/10/mengenal-berbagai-media-bag-1.html

http://dinbakir.wordpress.com/2009/05/30/media-pembelajaran/

http://mothekcuyy.blogspot.com/2012/04/sejarah-papan-tulis.html

http://ms.wikipedia.org/wiki/Papan_hitam

http://peningkatanmutupembelajaran.blogspot.com/2011/02/optimalisasi-penggunaan-papan-tulis.html

http://www.stt-kharisma.org/index.php?option=com_content&view=article&id=34:-mengoptimalkan-media-papan-tulis&catid=5:artikel-pendidikan

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 17, 2013 in media pembelajaran

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: