KIAT MENJADI GURU PROFESIONAL

 

Das Salirawati, M.Si

Di presentasekan oleh Drs.H.M.Sugeng Edi S

PENDAHULUAN

prioritas

Kemajuan negara ditentukan majunya pendidikan                            SDM yang brkualitas

                                                                                                                     Kompetitif  dan

                                                                                                                     komparatif

Guru pegang peranan

pembenahan segala aspek/komponen pendidikan

Salah 1

 

 

perubahan kurikulum

 

 

PENDIDIK                PROFESIONAL  DIAMANATKAN  DALAM

–          Pasal 39 ayat 2 UU RI No 20/2003 tentang SPN,

–          Pasal 2 ayat 1 UU RI No 14/2005 tentang Guru dan Dosen,

–          Pasal 28 ayat 1 PP RI No 19/2005 tentang SNP

–          Kebijakan SPN Pasal 42 UU RI No 20/2003

Pendidik à kualifikasi akademik minimum & sertifikasi mewujudkan tujuan pendidikan nasional

–          Pasal 28 ayat 1 PP RI No 19/ 2005 dan Pasal 8 UU RI No 14/2005

Guru à kualifikasi akademik minimal D4 / S1 & 4 kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial

 

PERAN DAN TUGAS GURU

Profesi yg td dpt dilakukan sembarang orang di luar bidang kependidikan

  • Mendidik        :  Meneruskan & mengembangkan nilai2 hidup
  • Mengajar        : Meneruskan & mengembangkan ilmu pengetahuan &   teknologi
  • Melatih           : Mengembangkan keterampilan2  pd peserta didik

 

SE JALAN DENGAN Pasal 1 ayat 1 UU RI No. 14/2005 tentang guru dan dosen à seorang guru adalah pendidik profesional dgn tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, & mengevaluasi peserta didik pd jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pd tingkat pelaksanaan pembelajaran di kelas, gurulah yg sgt berperan dlm membawa peserta didiknya ke arah pembelajaran yg diisyaratkan dlm kurikulum.

 

Era Globalisasi  à Mampu menampilkan pembela-jaran inovatif, kreatif & menarik

 

PENTING BAGI GURU            Meningkatkan kinerja

                                                  Mningkatkan kemampuan

                                                  Memanfaatkan teknologi yg ada

Pasal 35 ayat 1 UU RI No. 14/2005

 

 

Beban tugas utama guru

 

merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan, dituntut kreatif menciptakan suasana belajar yang inovatif.

 

 

menghasilkan individu masa depan Indonesia yg memiliki dasar-dasar karakter yang kuat, kecakapan hidup, dan dasar-dasar penguasaan IPTEK

 

Selain menerapkan iptek, guru harus :

è    Mengembangkan kemampuan diri. Salah satunya mengembangkan metode pembelajaran yang sederhana tapi inovatif agar peserta didik termotivasi belajar lebih baik

è    Memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan

è    Dapat mengetahui perkembangan zaman dan perkembangan peserta didik

 

PROFESI GURU

 

ARTI SEMPIT àkegiatan yg dijalankan berdasarkan keahlian tertentu & sekaligus dituntut drpdnya pelaksanaan norma-norma sosial dgn baik

ARTI LUAS à kegiatan apa saja dan siapa saja utk memperoleh nafkah yg dilakukan dgn suatu keahlian tertentu

MAKNA SUATU PROFESI à penyerahan dan pengabdian penuh pd suatu jenis pekerjaan yg mengimplikasikan tanggung jawab pd diri sendiri, masyarakat, dan profesi

CIRI-CIRI POKOK PROFESI

(1)   pekerjaan yg memerlukan pengakuan masya-rakat

(2)   menuntut keterampilan tertentu yg diperoleh mll pendidikan & latihan yg lama & intensif serta dilakukan dlm lembaga tertentu yg scr sosial dpt dipertanggungjawabkan

(3)   didukung oleh suatu disiplin ilmu, bukan sekedar common sense

(4)   ada kode etik yg mjd pedoman perilaku ang-gotanya beserta sanksi yg jelas & tegas thd pelanggar kode etik

(5)   sbg konsekwensi layanan yg diberikan kpd masyarakat à memperoleh imbalan finansial atau materiil.

PROFESI GURU

Penanganan masalah satu peserta didik dgn yg lainnya, memerlukan penanganan yg berbeda

 

PROFESI  LAIN

profesi lain menjalankan tugasnya sll dilandasi kemampuan & keahlian yg ditunjang dgn konsep & teori yg pasti

 

UU RI No. 14/2005 Pasal 1 ayat 4

profesional : pekerjaan / kegiatan yg dilakukan oleh seseorang & mjd sumber penghasilan kehidupan yg memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yg memenuhi standar mutu / norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi

Pekerjaan yg profesional : pekerjaan yg hanya dpt dilakukan mereka yg khusus dipersiapkan utk itu & bukan pekerjaan yg dikerjakan oleh mereka yg krn tdk dpt memperoleh pekerjaan lain

Guru profesional à hrs menempuh jenjang pendidikan tinggi pada program studi kependidikan

 

PRINSIP PROFESI GURU MEMILIKI :

1. bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.

2. komitmen utk meningkatkan mutu pendidikan, keiman

    an, ketakwaan, dan akhlak mulia.

3. kualifikasi akademik & latar belakang pendidikan sesu

    ai dgn bidang tugas.

4. kompetensi yg diperlukan sesuai dgn bidang tugas.

5. tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesio

    nalan.

6. penghasilan yg ditentukan sesuai dgn prestasi kerja.

7. kesempatan utk mengembangkan keprofesionalan scr

    berkelanjutan dgn belajar sepanjang hayat. 

8. jaminan perlindungan hukum dlm melaksanakan tugas

    keprofesionalan, dan

9. organisasi profesi yg mempunyai kewenangan menga

    tur hal-2 yg berkaitan dgn tugas keprofesionalan guru.

 

5 UKURAN GURU PROFESIONAL :

(1)   memiliki komitmen pd peserta didik & proses  belajarnya,

(2)   scr mendalam menguasai bahan ajar & cara mengajarkan,

(3)   bertanggung jawab memantau kemampuan belajar peserta didik melalui berbagai teknik evaluasi,

(4)   mampu berpikir sistematis dalam melakukan tugas, dan

(5)   mjd bagian dr masyarakat belajar di lingk profesinya.

 

KONSEKWENSI PENGUKUHAN GURU SEBAGAI PROFESI,GURU DITUNTUT UNTUK :

ikut mereformasi pendidikan

Memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-2 belajar di luar sekolah

Merombak struktur hubungan guru & peserta didik

Menggunakan teknologi modern & menguasai IPTEK

Kerjasama dgn teman sejawat antar sekolah &  kerjasama dgn komunitas lingkungannya

 

KOMPETENSI à KEMAMPUAN / KECAKAPAN

Keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menurut ketentuaan hukum.

Kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajibannya secara bertanggungjawab dan layak.

 

BEBERAPA PENDAPAT  TENTANG KOMPTENSI

DEPDIKNAS

Kompetensi : pengetahuan, keterampilan, & nilai-2 dasar yg direfleksikan dlm kebiasaan berpikir & bertindak.

Kompetensi : spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan, & sikap yg dimiliki seseorang serta penerapannya di dlm pekerjaan, sesuai dgn kinerja yg dibutuhkan lapangan.

MULYASA

Kompetensi : perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

ANDERSON S & BALL S

Kompetensi guru : himpunan pengetahuan, kemampuan, & keyakinan yang dimiliki seorang guru dan ditampilkan dalam situasi mengajar

 

6 ASPEK / RANAH YG TERKANDUNG DLM KONSEP KOMPETENSI

(1)   Pengetahuan (knowledge) : kesadaran dlm bidg kognitif,

(2)   Pemahaman (under-standing) : kedalaman kognitif & afektif yg dimiliki individu,

(3)   Kemampuan (skill), sesuatu yg dimiliki individu utk melakukan tugas / pekerjaan yg dibebankan kpdnya,

(4)   Nilai (value), suatu standar perilaku yg tlh diyakini dan secara psikologis telah menyatu dlm diri seseorang, 

(5)   Sikap (attitude) : perasaan (senang – tdk senang, suka – tdk suka) / reaksi thd suatu rangsangan yg dtg dr luar

(6)   Minat (interest) : kecenderungan seseorang utk melakukan sesuatu perbuatan.

 

KOMPETENSI PROFESIONAL :

kemampuan yg berkaitan dgn penguasaan materi pembelajaran bidang studi scr luas & mendalam yg mencakup penguasaan substansi keilmuan yg menaungi materi kurikulum tsbt, serta menambah wawasan keilmuan sbg guru

 

INDIKATOR ESENSIAL :

(1)   Memahami materi ajar yg ada dlm kurikulum sekolah,

(2)   Memahami struktur, konsep, & metode keilmuan yg koheren dgn materi ajar,

(3)   Memahami hubg konsep antar mapel terkait,

(4)   Menerapkan konsep-2 keilmuan dlm kehidupan sehari-2

 

Kompetensi profesional guru menggambarkan ttg kemampuan yg hrs dimiliki oleh seseorang yg mengampu jabatan sbg seorang guru.

Tdk semua kompetensi yg dimiliki seseorang menunjukkan bahwa dia profesional, krn kompetensi profesional tdk hanya menunjukkan apa & bgmn melakukan pekerjaan, tp juga menguasai rasional yg dpt menjawab mengapa hal itu dilakukan berdasarkan konsep & teori tertentu

 

KOMPETENSI PEDAGOGIK

Kemampuan yang berkaitan dgn pemahaman peserta didik & pengelola pembelajaran yg mendidik & dialogis.

MENCAKUP:

Kemampuan pemahaman thd peserta didik

Perancangan dan pelaksanaan pembelajaran

Evaluasi hasil belajar

Pengembangan peserta didik utk mengaktualisasikan berbagai potensi yg dimilikinya.

 

Sub-kompetensi : Memahami peserta didik

Indikator esensial :

a. Memahami peserta didik dgn memanfaatkan prinsip-2 perkembangan kognitif.

b. Memahami peserta didik dgn memanfaatkan prinsip-2 kepribadian.

c.  Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik.

Sub-kompetensi : Merancang  pembelajaran.

Indikator esensial :

a. Menerapkan teori belajar dan pembelajaran.

b. Menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karak

    teristik peserta didik, kompetensi yg ingin dicapai &

    materi ajar.

c. Menyusun rancangan pembelajaran yg berdasarkan

    strategi yg telah dipilih.

Sub-kompetensi : Melaksanakan pembelajaran

Indikator esensial :

a. Menata latar (setting) pembelajaran.

b. Melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

Sub-kompetensi : Penilaian hasil belajar

Indikator esensial :

a. Melaksanakan penilaian (asesmen) proses & hasil bela-jar scr berkesinambungan dgn berbagai metode.

b. Menganalisis hasil penilaian proses & hasil belajar utk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level).

c. Menggunakan informasi ketuntasan belajar utk meran-cang program remedi atau pengayaan (enrichment).

d. Memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran utk perbaikan kualitas program pembelajaran scr umum.

Sub-kompetensi : pengembangan peserta didik

Indikator esensial :

a. Memfasilitasi peserta didik utk mengembangkan berbagai potensi akademik.

b. Memfasilitasi peserta didik utk mengembangkan berbagai potensi non akademik.

 

Apa benar ahli bidang ilmu berarti ahli mengajar / mendidik dlm bidang ilmu tsb ?? Belum tentu.Karena BIDANG ILMU TERTENTU  TDK SAMA DGN ILMU PENDIDIKAN BIDANG ILMU TSB .

Guru selain hrs menguasai materi, hrs memiliki kemampuan apalagi ??

è  mampu mengkomunikasikan materi kpd peserta didik dgn cara & strategi yg baik, shg mudah ditangkap & dikuasai materi tsb

è  GURU HRS memiliki pengetahuan sekaligus memiliki kemampuan  bgmn cara menyampaikan kpd peserta didiknya, termasuk  memiliki banyak variasi mengajar

 

 

KOPETENSI KEPRIBADIAN

Kemampuan personal yg mencerminkan kepribadian yg mantap, stabil, dewasa, arif, & berwibawa, mjd teladan bagi peserta didik, & berakhlak mulia à Tercermin dlm beberapa indikator esensial

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian yg mantap & stabil

Indikator esensial :

a. Bertindak sesuai dengan norma hukum.

b. Bertindak sesuai dengan norma sosial.

c. Bangga sebagai pendidik.

d. Memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai norma.

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian dewasa

Indikator esensial :

a. Menampilkan kemandirian dlm bertindak sbg pendidik.

b. Memiliki etos kerja sebagai pendidik.

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian arif

a. Menampilkan tindakan yg didasarkan pd kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat.

b. Menunjukkan keterbukaan dlm berpikir dan bertindak.

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian yg berwibawa

Indikator esensial :

  1. a.  Memiliki perilaku yg berpengaruh positif thd peserta didik.

b. Memiliki perilaku yang disegani.

Sub-kompetensi : Memiliki akhlak mulia & dpt mjd teladan.

Indikator esensial :

a.Bertindak sesuai dgn norma religius (intaq, jujur, ikhlas,

    suka menolong).

b.Memiliki perilaku yang diteladani peserta didik

 

GURU YANG BAIK :

Memiliki sifat terpuji yg dpt diteladani, spt  manusiawi, adil, konsisten, suka menolong peserta didik, adil, tidak pendendam, tdk egois, & jujur.

Dpt mjd contoh bagi peserta didiknya, memiliki wibawa, berhati mulia, berjiwa besar, memiliki filsafat pendidikan yg jelas, mampu menyalakan minat & kecintaan materi ajar pd peserta didiknya, menyenangkan, teliti & berhati-hati, cerdas, memiliki rasa humor, & sopan.

KOMPETENSI SOSIAL :

Kompetensi sosial berkaitan dgn kemampuan pendidik sbg bagian dr masyarakat utk berkomunikasi & bergaul scr efektif dgn peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

 

TERCERMIN DLM BBRP INDIKATOR ESENSIAL

 

Sub-kompetensi : Berkomunikasi secara efektif

Indikator esensial :

  1. a.    Berkomunikasi scr efektif dgn peserta didik,

    sejawat, dan orangtua / wali.

  1. b.     Berkomunikasi scr efektif dgn masyarakat.

Sub-kompetensi : Bergaul secara efektif

Indikator esensial :

  1. a.     Mengembangkan hubg scr efektif dgn peserta

    didik, sejawat, orangtua / wali, & masyarakat.

  1. b.    Bekerja sama scr efektif dgn peserta didik, seja-

    wat, orangtua / wali, dan masyarakat.

 

 

 

 

Das Salirawati, M.Si

Di presentasekan oleh Drs.H.M.Sugeng Edi S

PENDAHULUAN

prioritas

Kemajuan negara ditentukan majunya pendidikan                            SDM yang brkualitas

                                                                                                                     Kompetitif  dan

                                                                                                                     komparatif

Guru pegang peranan

pembenahan segala aspek/komponen pendidikan

Salah 1

 

 


perubahan kurikulum

 

 

PENDIDIK                PROFESIONAL  DIAMANATKAN  DALAM

–          Pasal 39 ayat 2 UU RI No 20/2003 tentang SPN,

–          Pasal 2 ayat 1 UU RI No 14/2005 tentang Guru dan Dosen,

–          Pasal 28 ayat 1 PP RI No 19/2005 tentang SNP

–          Kebijakan SPN Pasal 42 UU RI No 20/2003

Pendidik à kualifikasi akademik minimum & sertifikasi mewujudkan tujuan pendidikan nasional

–          Pasal 28 ayat 1 PP RI No 19/ 2005 dan Pasal 8 UU RI No 14/2005

Guru à kualifikasi akademik minimal D4 / S1 & 4 kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial

 

PERAN DAN TUGAS GURU

Profesi yg td dpt dilakukan sembarang orang di luar bidang kependidikan

  • Mendidik        :  Meneruskan & mengembangkan nilai2 hidup
  • Mengajar        : Meneruskan & mengembangkan ilmu pengetahuan &   teknologi
  • Melatih           : Mengembangkan keterampilan2  pd peserta didik

 

SE JALAN DENGAN Pasal 1 ayat 1 UU RI No. 14/2005 tentang guru dan dosen à seorang guru adalah pendidik profesional dgn tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, & mengevaluasi peserta didik pd jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pd tingkat pelaksanaan pembelajaran di kelas, gurulah yg sgt berperan dlm membawa peserta didiknya ke arah pembelajaran yg diisyaratkan dlm kurikulum.

 

Era Globalisasi  à Mampu menampilkan pembela-jaran inovatif, kreatif & menarik

 

PENTING BAGI GURU            Meningkatkan kinerja

                                                  Mningkatkan kemampuan

                                                  Memanfaatkan teknologi yg ada

Pasal 35 ayat 1 UU RI No. 14/2005

 

 

Beban tugas utama guru

 

merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan, dituntut kreatif menciptakan suasana belajar yang inovatif.

 

 

menghasilkan individu masa depan Indonesia yg memiliki dasar-dasar karakter yang kuat, kecakapan hidup, dan dasar-dasar penguasaan IPTEK

 

Selain menerapkan iptek, guru harus :

è    Mengembangkan kemampuan diri. Salah satunya mengembangkan metode pembelajaran yang sederhana tapi inovatif agar peserta didik termotivasi belajar lebih baik

è    Memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan

è    Dapat mengetahui perkembangan zaman dan perkembangan peserta didik

 

PROFESI GURU

 

ARTI SEMPIT àkegiatan yg dijalankan berdasarkan keahlian tertentu & sekaligus dituntut drpdnya pelaksanaan norma-norma sosial dgn baik

ARTI LUAS à kegiatan apa saja dan siapa saja utk memperoleh nafkah yg dilakukan dgn suatu keahlian tertentu

MAKNA SUATU PROFESI à penyerahan dan pengabdian penuh pd suatu jenis pekerjaan yg mengimplikasikan tanggung jawab pd diri sendiri, masyarakat, dan profesi

CIRI-CIRI POKOK PROFESI

(1)   pekerjaan yg memerlukan pengakuan masya-rakat

(2)   menuntut keterampilan tertentu yg diperoleh mll pendidikan & latihan yg lama & intensif serta dilakukan dlm lembaga tertentu yg scr sosial dpt dipertanggungjawabkan

(3)   didukung oleh suatu disiplin ilmu, bukan sekedar common sense

(4)   ada kode etik yg mjd pedoman perilaku ang-gotanya beserta sanksi yg jelas & tegas thd pelanggar kode etik

(5)   sbg konsekwensi layanan yg diberikan kpd masyarakat à memperoleh imbalan finansial atau materiil.

PROFESI GURU

Penanganan masalah satu peserta didik dgn yg lainnya, memerlukan penanganan yg berbeda

 

PROFESI  LAIN

profesi lain menjalankan tugasnya sll dilandasi kemampuan & keahlian yg ditunjang dgn konsep & teori yg pasti

 

UU RI No. 14/2005 Pasal 1 ayat 4

profesional : pekerjaan / kegiatan yg dilakukan oleh seseorang & mjd sumber penghasilan kehidupan yg memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yg memenuhi standar mutu / norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi

Pekerjaan yg profesional : pekerjaan yg hanya dpt dilakukan mereka yg khusus dipersiapkan utk itu & bukan pekerjaan yg dikerjakan oleh mereka yg krn tdk dpt memperoleh pekerjaan lain

Guru profesional à hrs menempuh jenjang pendidikan tinggi pada program studi kependidikan

 

PRINSIP PROFESI GURU MEMILIKI :

1. bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.

2. komitmen utk meningkatkan mutu pendidikan, keiman

    an, ketakwaan, dan akhlak mulia.

3. kualifikasi akademik & latar belakang pendidikan sesu

    ai dgn bidang tugas.

4. kompetensi yg diperlukan sesuai dgn bidang tugas.

5. tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesio

    nalan.

6. penghasilan yg ditentukan sesuai dgn prestasi kerja.

7. kesempatan utk mengembangkan keprofesionalan scr

    berkelanjutan dgn belajar sepanjang hayat. 

8. jaminan perlindungan hukum dlm melaksanakan tugas

    keprofesionalan, dan

9. organisasi profesi yg mempunyai kewenangan menga

    tur hal-2 yg berkaitan dgn tugas keprofesionalan guru.

 

5 UKURAN GURU PROFESIONAL :

(1)   memiliki komitmen pd peserta didik & proses  belajarnya,

(2)   scr mendalam menguasai bahan ajar & cara mengajarkan,

(3)   bertanggung jawab memantau kemampuan belajar peserta didik melalui berbagai teknik evaluasi,

(4)   mampu berpikir sistematis dalam melakukan tugas, dan

(5)   mjd bagian dr masyarakat belajar di lingk profesinya.

 

KONSEKWENSI PENGUKUHAN GURU SEBAGAI PROFESI,GURU DITUNTUT UNTUK :

ikut mereformasi pendidikan

Memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-2 belajar di luar sekolah

Merombak struktur hubungan guru & peserta didik

Menggunakan teknologi modern & menguasai IPTEK

Kerjasama dgn teman sejawat antar sekolah &  kerjasama dgn komunitas lingkungannya

 

KOMPETENSI à KEMAMPUAN / KECAKAPAN

Keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menurut ketentuaan hukum.

Kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajibannya secara bertanggungjawab dan layak.

 

BEBERAPA PENDAPAT  TENTANG KOMPTENSI

DEPDIKNAS

Kompetensi : pengetahuan, keterampilan, & nilai-2 dasar yg direfleksikan dlm kebiasaan berpikir & bertindak.

Kompetensi : spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan, & sikap yg dimiliki seseorang serta penerapannya di dlm pekerjaan, sesuai dgn kinerja yg dibutuhkan lapangan.

MULYASA

Kompetensi : perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

ANDERSON S & BALL S

Kompetensi guru : himpunan pengetahuan, kemampuan, & keyakinan yang dimiliki seorang guru dan ditampilkan dalam situasi mengajar

 

6 ASPEK / RANAH YG TERKANDUNG DLM KONSEP KOMPETENSI

(1)   Pengetahuan (knowledge) : kesadaran dlm bidg kognitif,

(2)   Pemahaman (under-standing) : kedalaman kognitif & afektif yg dimiliki individu,

(3)   Kemampuan (skill), sesuatu yg dimiliki individu utk melakukan tugas / pekerjaan yg dibebankan kpdnya,

(4)   Nilai (value), suatu standar perilaku yg tlh diyakini dan secara psikologis telah menyatu dlm diri seseorang, 

(5)   Sikap (attitude) : perasaan (senang – tdk senang, suka – tdk suka) / reaksi thd suatu rangsangan yg dtg dr luar

(6)   Minat (interest) : kecenderungan seseorang utk melakukan sesuatu perbuatan.

 

KOMPETENSI PROFESIONAL :

kemampuan yg berkaitan dgn penguasaan materi pembelajaran bidang studi scr luas & mendalam yg mencakup penguasaan substansi keilmuan yg menaungi materi kurikulum tsbt, serta menambah wawasan keilmuan sbg guru

 

INDIKATOR ESENSIAL :

(1)   Memahami materi ajar yg ada dlm kurikulum sekolah,

(2)   Memahami struktur, konsep, & metode keilmuan yg koheren dgn materi ajar,

(3)   Memahami hubg konsep antar mapel terkait,

(4)   Menerapkan konsep-2 keilmuan dlm kehidupan sehari-2

 

Kompetensi profesional guru menggambarkan ttg kemampuan yg hrs dimiliki oleh seseorang yg mengampu jabatan sbg seorang guru.

Tdk semua kompetensi yg dimiliki seseorang menunjukkan bahwa dia profesional, krn kompetensi profesional tdk hanya menunjukkan apa & bgmn melakukan pekerjaan, tp juga menguasai rasional yg dpt menjawab mengapa hal itu dilakukan berdasarkan konsep & teori tertentu

 

KOMPETENSI PEDAGOGIK

Kemampuan yang berkaitan dgn pemahaman peserta didik & pengelola pembelajaran yg mendidik & dialogis.

MENCAKUP:

Kemampuan pemahaman thd peserta didik

Perancangan dan pelaksanaan pembelajaran

Evaluasi hasil belajar

Pengembangan peserta didik utk mengaktualisasikan berbagai potensi yg dimilikinya.

 

Sub-kompetensi : Memahami peserta didik

Indikator esensial :

a. Memahami peserta didik dgn memanfaatkan prinsip-2 perkembangan kognitif.

b. Memahami peserta didik dgn memanfaatkan prinsip-2 kepribadian.

c.  Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik.

Sub-kompetensi : Merancang  pembelajaran.

Indikator esensial :

a. Menerapkan teori belajar dan pembelajaran.

b. Menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karak

    teristik peserta didik, kompetensi yg ingin dicapai &

    materi ajar.

c. Menyusun rancangan pembelajaran yg berdasarkan

    strategi yg telah dipilih.

Sub-kompetensi : Melaksanakan pembelajaran

Indikator esensial :

a. Menata latar (setting) pembelajaran.

b. Melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

Sub-kompetensi : Penilaian hasil belajar

Indikator esensial :

a. Melaksanakan penilaian (asesmen) proses & hasil bela-jar scr berkesinambungan dgn berbagai metode.

b. Menganalisis hasil penilaian proses & hasil belajar utk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level).

c. Menggunakan informasi ketuntasan belajar utk meran-cang program remedi atau pengayaan (enrichment).

d. Memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran utk perbaikan kualitas program pembelajaran scr umum.

Sub-kompetensi : pengembangan peserta didik

Indikator esensial :

a. Memfasilitasi peserta didik utk mengembangkan berbagai potensi akademik.

b. Memfasilitasi peserta didik utk mengembangkan berbagai potensi non akademik.

 

Apa benar ahli bidang ilmu berarti ahli mengajar / mendidik dlm bidang ilmu tsb ?? Belum tentu.Karena BIDANG ILMU TERTENTU  TDK SAMA DGN ILMU PENDIDIKAN BIDANG ILMU TSB .

Guru selain hrs menguasai materi, hrs memiliki kemampuan apalagi ??

è  mampu mengkomunikasikan materi kpd peserta didik dgn cara & strategi yg baik, shg mudah ditangkap & dikuasai materi tsb

è  GURU HRS memiliki pengetahuan sekaligus memiliki kemampuan  bgmn cara menyampaikan kpd peserta didiknya, termasuk  memiliki banyak variasi mengajar

 

 

KOPETENSI KEPRIBADIAN

Kemampuan personal yg mencerminkan kepribadian yg mantap, stabil, dewasa, arif, & berwibawa, mjd teladan bagi peserta didik, & berakhlak mulia à Tercermin dlm beberapa indikator esensial

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian yg mantap & stabil

Indikator esensial :

a. Bertindak sesuai dengan norma hukum.

b. Bertindak sesuai dengan norma sosial.

c. Bangga sebagai pendidik.

d. Memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai norma.

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian dewasa

Indikator esensial :

a. Menampilkan kemandirian dlm bertindak sbg pendidik.

b. Memiliki etos kerja sebagai pendidik.

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian arif

a. Menampilkan tindakan yg didasarkan pd kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat.

b. Menunjukkan keterbukaan dlm berpikir dan bertindak.

Sub-kompetensi : Memiliki kepribadian yg berwibawa

Indikator esensial :

  1. a.  Memiliki perilaku yg berpengaruh positif thd peserta didik.

b. Memiliki perilaku yang disegani.

Sub-kompetensi : Memiliki akhlak mulia & dpt mjd teladan.

Indikator esensial :

a.Bertindak sesuai dgn norma religius (intaq, jujur, ikhlas,

    suka menolong).

b.Memiliki perilaku yang diteladani peserta didik

 

GURU YANG BAIK :

Memiliki sifat terpuji yg dpt diteladani, spt  manusiawi, adil, konsisten, suka menolong peserta didik, adil, tidak pendendam, tdk egois, & jujur.

Dpt mjd contoh bagi peserta didiknya, memiliki wibawa, berhati mulia, berjiwa besar, memiliki filsafat pendidikan yg jelas, mampu menyalakan minat & kecintaan materi ajar pd peserta didiknya, menyenangkan, teliti & berhati-hati, cerdas, memiliki rasa humor, & sopan.

KOMPETENSI SOSIAL :

Kompetensi sosial berkaitan dgn kemampuan pendidik sbg bagian dr masyarakat utk berkomunikasi & bergaul scr efektif dgn peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

 

TERCERMIN DLM BBRP INDIKATOR ESENSIAL

 

Sub-kompetensi : Berkomunikasi secara efektif

Indikator esensial :

  1. a.    Berkomunikasi scr efektif dgn peserta didik,

    sejawat, dan orangtua / wali.

  1. b.     Berkomunikasi scr efektif dgn masyarakat.

Sub-kompetensi : Bergaul secara efektif

Indikator esensial :

  1. a.     Mengembangkan hubg scr efektif dgn peserta

    didik, sejawat, orangtua / wali, & masyarakat.

  1. b.    Bekerja sama scr efektif dgn peserta didik, seja-

    wat, orangtua / wali, dan masyarakat.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “KIAT MENJADI GURU PROFESIONAL

  1. setuju sih….

    tapi susah untuk menjadi guru/ dosen yang profesional, karena upah / gaji yang tidak sesuai dan kurangnya komunikasi yang ada di lingkungan sekolah.

    selain itu ada juga kendala dan hambatan untuk menjadi guru/ dosen yang profesional. yaitu selalu berubah nya kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia, sehingga para guru / dosen harus berjuang untuk bisa beradaptasi terhadap peraturan dari pusat. kalaum pun demiikian guru/ dosen mampu untuk ikut mematuhi aturan tersebut, teapi dalam jangka waktu yang singkat pula, peraturan tersebut akan berubah kembali, ibarat peribahasa yang mengatakan
    ‘ bagai air di daun talas’…

    maaf bukan untuk menggurui, tetapi saya ingin ketetapan dr pusat mengenai hal tersebut..

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s