KONSEP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam membicarakan masalah pendidikan menurut teori interaksi dari Klaus Mollenhauer kita temui masalah tujuan pendidikan. Dalam interaksi antara pendidikan dan pendidik orangn-orang yang pertama umumnya selalu mempumyai tujuan tertentu dengan pendidikan yang diberikannya. Tujuan itu bermacam-macam.

B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini ialah agar mahasiswa mengetahui apa saja konsep tujuan dalam pendidikan agama Islam.

C. Rumusan masalah

1. Apa saja konsep tujuan pendidikan Islam?
2. Bagaimana pendapat para pemikir Islam tentang tujuan pendidikan Islam?

BAB II
PAMBAHASAN
KONSEP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

A. Tujuan Umum Pendidikan Islam
Al-Abrasyi (1969: 71) dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan lima tujuan bagi pendidikan Islam, yaitu:
1. Untuk mengadakan pembentukan akhlaq yang mulia. Kaum muslimin dari dahulu kala sampai sekarang setuju bahwa pendidikan akhlaq adalah inti pendidikan Islam, dan bahwa mencapai akhlaq yang sempurna adalah tujuan pendidikan yang sebenarnya.
2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
3. Persiapan untuk mencari rizki dan pemeliharaan segi manfaat.
4. Menimbulkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keingintahuan dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri.
5. Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknikal, dan pertukangan supaya dapat menguasai profesi tertentu.
Nahlawy (1963: 67) menunjukkan empat tujuan umum dalam pendidikan Islam,yaitu:
1. Pendidikan akal dan persiapan pikiran.
2. Menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada kanak-kanak.
3. Menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda dan mendidik mereka sebaik-baiknya, baik lelaki maupun perempuan.
4. Berusaha untuk menyeimbangkan segala potensi-potensi dan bakat-bakat manusia.
Al-Jammali (1966: 82) menyebutkan tujuan-tujuan pendidikan yang diambilnya dari Al-Qur’an sebagai berikut:
1. Memperkenalkan kepada manusia akan tempatnya diantara makhluk-makhluk dan akan tanggung jawab perseorangannya dalam hidup ini.
2. Memperkenalkan kepada manusia akan hubungan-hubungan sosialnya dan tanggung jawabnya dalam jangka suatu sistem sosial.
3. Memperkenalkan kepada manusia akan makhluk (alam semesta), dan mengajaknya memahami hikmah Pemciptanya dalam menciptakannya, dan memungkinkan manusia untuk menggunakan atau mengambil faedah daripadanya.
4. Memperkenalkan kepada manusia akan pencipta alam maya ini.
Al-Buthi (1961: 102) pula menyebutkan tujuh macam sebagai berikut:
1. Mencapai keridaan Allah, menjauhi murka dan siksa-Nya dan melaksanakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya.
2. Mengangkat taraf akhlak dalam masyarakat berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat kearah yang diridai oleh-Nya.
3. Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasarkan pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat kearah yang diridai oleh-Nya.
4. Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama dan ajaran-ajaran yang dibawanya, begitu juga mengajar manusia kepada nilai-nilai dan akhlak yang mulia.
5. Mewujudkan ketentraman di dalam jiwa dan akidah yang dalam, penyerahan dan kepatuhan yang ikhlas kepada Allah SWT.
6. Memelihara bahasa dan ksusastraan Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, dan sebagai wadah kebudayaan Islam yang paling menonjol, menyebarkan kesadaran Islam yang sebinarnya dan menunjukkan hakikat agama atas kebersihan dan kecermelangannya.
7. Mneguhkan perpaduan tanah air dan menyatukan barisan melalui usaha mnghilangkan perselisihan, bergabung dan kerjasama dalam ranngka prinsip-prinsip dan keprcayaan-kepercayaan Islam yang trkandung dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

B. Tujuan Khusus Pendidikan Islam
Diantara tujuan-tujuan khususyang mungkin dimasukkan dibawah penumbuhan semangat agama dan akhlak adalah:
1. Memperkenalkan kepada generasi muda akan akidah Islam, dasar-dasarnya, asal usul ibadat dan cara-cara melaksanaknnya dengan betul, dengan membiasakan mereka berhati-hati mematuhi akidah-akidah agama dan menjalankan dan menghormati syiar-syiar agama.
2. Menumbuhkan kesadaran yang betul pada diri pelajar terhadap agama termasuk prinsip-prinsip dan dasar-dasar akhlak yang mulia.
3. Menanamkan keimanan kepada Allah pencipta alam, dan kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab, dan hari akhirat berdasarkan pada paham kesadaran dan perasaan.
4. Menumbuhkan minat generasi mumda untuk menambah pengetahuan dalam adab dan pengetahuan keagamaan dan untuk mengikuti hukum-hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan.
5. Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Al-Qur’an membacanya dengan baik, memahaminya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya.
6. Menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaan Islam dan pahlawan-pahlawannya dan mengikuti sejak mereka.
7. Menumbuhkan rasa rela, optimisme, kepercayaan diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong menolong atas kebaikan dan takwa, kasih sayang, cinta kebaikan, sabar, berjuang untuk kebaikan, memegang teguh pada prinsip, berkorban untuk agama dan tanah air dan siap untuk membelanya.
8. Mendidik naluri, motivasi dan keinginan generasi muda dan menguatkannya dengan akidah nilai-nilai, dan membiasakan mereka menahan motivasinya, mengatur emosi dan membimbingnya dengan baik. Begtu juga mengajar mereka berpegang dengan adab sopan pada hubungan dan pergaulan mereka baik dirumah, sekolah atau dimana saja.
9. Menanamkan iman yang kuat kepada Allah pada diri mereka perasaam keagamaan, semangat keagamaan dan akhlak pada diri mereka dan menyuburkan hati mereka dengan rasa cinta, zikir, takwa, dan takut kepada Allah.
10. Membersihkan hati mereka dari rasa dengki, hasad, iri hati, benci, kekasaran, kezaliman, egoisme, tipuan, khianat, nifak, ragu, perpecahan, dan perselisihan. (Nahlawy, 1963: 163-164; A; – Masri, 1965: 244-245).
Ibn Khaldum membagi tujuan-tujuan pendidikan Islam kepada:
1. Mempersiapkan seseorang dari segi keagamaan.
2. Menyiapkan seseorang dari segi akhlak.
3. Menyiapkan sseorang dari segi kemasyarakatan atau sosial.
4. Menyiapkan sseorang dari segi vokalsinal atau pekerjaan,.
5. Menyiapkan seseorang dari segi pemikiran.
6. Menyiapkan seseorang dari segi kesenian.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pada tingkat tujuan umum dan tujuan khusus atau matlamat, banyak contoh dari penelitian-penelitian yang telah dibuat oleh para ahli pendidikan Islam telah dibentangkan dalam makalah ini. Tetapi perlu di ingat bahwa ini hanyalah beberapa contoh, guru-guru dan ahli pikir perancang pendidikanlah yang bertugas menciptakan matlamat-matlamat itu sesuai dengan tujuan akhir yaitu pembentukan pribadi khalifah.

DAFTAR PUSTAKA

Nur Uhbiyati.Ilmu Pendidikan Islam.Pustaka Setia:Bandung

One thought on “KONSEP TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s