pemanfaatan sumber alam dan lingkungan hidup

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Allah menundukkan malam dan siang silih berganti, untuk tidur dan istirahat dan berusaha mencari penghidupan dan kemaslahatan bagi manusia. Allah menundukkan matahari dann bulan yang senantiasa berjalan dan memberikan penerangan, baik dengan cahaya asal maupun cahaya pantulan. Allah menciptakan binatanng-binatang, tumbuhan, dan seluruh isi bumi baik yang di daratan maupun lautan untuk manusia manfaatkan.

B. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah al-Qur’an hadits, juga agar mahasiswa dapat mengetahui bahwa Allah menciptakan seluruh isi bumi untuk manusia.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa manfaat dari binatang dan tumbuhan?
2. Apa dalil yang menegaskan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk memanfaatkan sumber alam dan lingkungan hidup?
3. Apakah ada batasan-batasan dalam memanfaatkan sumber alam dan lingkungan alam?

BAB II
PEMBAHASAN
PEMANFAATAN SUMBER ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

A. Pengertian Sumber Alam dan Lingkungan Hidup
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berada di sekitar kita yang berupa makhluk hidup. Baik itu manusia, tumbuhan, maupun binatang.

B. Pemanfaatan Sumber Alam dan Lingkungan Hidup Serta Larangan Memanfaatkan Secara Berlebihan
Allah menciptakan seluruh isi bumi ini ada manfaatnya. Termasuk sumber alam dan lingkungan hidup. Berikut pemanfaatan berbagai sumber alam dan lingkungan hidup yang Allah ciptakan untuk kita serta larangan memanfaatkan secara berlebihan:

a. Manfaat Sumber Alam di Daratan

ﻭﺍﻻﻧﻌﺎﻢ ﺨﻟﻘﻬﺎ ﻟﻜﻢ ﻔﻴﻬﺎ ﺪﻑ ﻭﻤﻨﺎﻓﻊ ﻭﻤﻨﻬﺎ ﺘﺎﻜﻟﻮﻦ (ﺍﻟﻨﻬﻝ :۵)
Allah menyebut-nyebut nikmat yang dilimpahkan kepada para hamba-Nya, bahwa dia telah menciptakan binatang ternak bagi mereka, seperti unta, sapi, dan kambing, sebagaimana di uraikan dalam surat Al-An’am, bahwa Dia menyebutkan delapan pasang, dan Dia telah menyediakan berbagai manfaat bagi mereka pada binatang ternak itu, seperti bulu untuk dijadikan pakaian dan tempat tidur, susu untuk diminum dan anak-anak ternak untuk dimakan.
ولكم ﻔﻴﻬﺎ ﺟﻤﺎﻝ ﺤﻴﻦ ﺗﺮﻴﺤﻮﻦ ﻮﺤﻴﻦ ﺗﺴﺮﺤﻮﻦ (ﺍﻠﻧﻬﻞ:٦)
Pada binatang ternak itu pula kalian mendapatkan perhiasan ketika kalian mengembalikannya diwaktu petang dari tempat penggembalaannya, dan ketika kalian mengeluarkannya dari kandang ke tempat penggembalaannya.
Pengkhususan waktu itu disebabkan halaman-halaman rumah akan dihiasi oleh binatang-binatang ternak tersebut, serta penuh dengan embikan dan lenguhannya diwaktu pergi dan pulang, sehingga tuan-tuannya menjadi agung dimata orang yang melihatnya, didahulukannya penyebutan pulang kekandang daripada keluar ke tempat penggembalaan , meski kenyataannya ia berada di belakang, disebabkan keindahan pada waktu itu lebih menonjol dan kegembiraan lebih sempurna. Pada waktu itu binatang-binatang ternak yang hilang kembali lagi dalam keadaan sebaik-baiknya, dalam keadaan perut penuh dengan makanan dan tetek penuh dengan susu.
ﻭﺗﺤﻤﻞﺍﺛﻘﺎﻟﻜﻢﺍﻟﻰﺑﻠﺪﻟﻢﺗﻘﻮﻧﻮﺍﺑﻠﻐﻴﻪﺍﻻﻣﺸﻖﺍﻻﻧﻔﺲ
Lagi pula, binatang-binatang ternak itu mengangkut perbekalan dan barang-barang bawaan kalian dari suatu negeri ke negeri lain yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya tanpa binatang-binatang tersebut melainkan dengan berat, susuah, dan sangat payah.
Serupa dengan ayat ini ialah firman Allah SWT:

“Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar tedapat pelajaran yang penting bagi kalian. Kami member minum kalian dari air susu yang ada dalam perutnya, dan pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kalian, dan sebagian dari padanya kalian makan dan diatas punggung binatang-binatang ternak itu, juga diatas perahu-perahu, kalian diangkat.”(Al-Mu’minun, 23: 21-22)
Dan firman-Nya:

“Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kalian, sebagiannya untuk kalian kendarai dan sebagiannya untuk kalian makan. Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kallian, dan supa kalian mancapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kalian dapat diangkut dengan mengendrai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.”(Al-mu’min, 40: 79-80).

b. Manfaat Sumber Alam dan Lingkungan Hidup di Lautan

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْ كُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٤)

”Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS. An Nahl [16] : 14).

رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا(٦٦)
Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-Kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(QS. Al Isra [17] : 66).

Setelah menerangkan macam-macam nikmat yang terdapat di darat, Allah segera menguraikan nikmat-nikmat-Nya di laut.
Dia-lah yang menundukkan laut –air asin dan air tawar- bagi kalian, agar kalian dapat memakan ikan yang kalian tangkap darinya.
Disifatinya ikan yang segar untuk mengingatkan bahwa seyogyanya ia dimakan dengan segera, karena ia akan cepat rusak dan berubah. Ilmu kedokteran telah menetapkan memakannya setelah hilang kesegarannya termasuk makanan yang paling berbahaya. Maka, Maha Suci Allah yang mengetahui makhluk-Nya dan apa yang memberikan kemadaratan serta manfaat dalam menggunakannya. Disini juga terdapat isyarat kepada kesempurnaan kekuasaan Allah Ta’ala dalam menciptkan benda yang manis dan segar di dalam air yang pahit dan tidak diminum.
Ulama telah menghukumi makruh memakan ikan yang terapung di atas permukaan air, yaitu yang mati secara biasa di dalam air lalu mengapung di atas permukaannya. Hokum ini didasarkan atas hadits Jabir dari Nabi saw.:

“Apa (ikan) yang (mati) karena kekeringan air, makanlah; apa yang mati dihempaskan oleh air, makanlah; apa yang terapung, janngan kalian makan.”
Daripadanya kalian mengeluarkan perhiasan yang kalian pakai, seperti mutiara yang diciptakan di dalam lokannya dan hidup dilauutan, terutama lautan Hindia, dan biji-biji mutiara yang tumbuh didasarnya. Banyak terdapat ladang biji mutiara di laut Putih Tengah di depan Tunisia dan Aljazair.

c. Larangan Memanfaatkan Sumberdaya Secara Berlebih-Lebihan (Boros) dan Melampaui Batas
Al-Qur’an menegaskan tentang prinsip larangan pemanfaatan sumberdaya secara berlebih-lebihan (boros) dan melampaui batas, selain menyalahi karakter dasar sumberdaya yang seimbang dan terukur, tetapi lebih dari itu juga menyalahi prinsip hakekat keberadaan manusia dengan fungsi dan tugas utama sebagai pemakmur dan pengelola bumi. Hal ini antara lain seperti digariskan dalam QS Al-Baqarah (2): 190; Al-An’am (6): 141; Al-Isra’ (17): 27; QS Al-Furqan (25): 67; QS Al’Alaq (96): 6-7.
“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu bila dia berbuah dan tunaikan haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS Al-An’am (6) : 141).
“Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara syetan” (QS Al-Isra’ (17): 27).
“Janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS Al-Baqarah (2): 190).

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Allah menciptakan seluruh isi bumi ini ada manfaatnya. Termasuk sumber alam dan lingkungan hidup. Berikut pemanfaatan berbagai sumber alam dan lingkungan hidup yang Allah ciptakan untuk kita serta larangan memanfaatkan secara berlebihan:
A. Manfaat Sumber Alam di Daratan
Allah menyebut-nyebut nikmat yang dilimpahkan kepada para hamba-Nya, bahwa dia telah menciptakan binatang ternak bagi mereka, seperti unta, sapi, dan kambing.
B. Manfaat Sumber Alam dan Lingkungan Hidup di Lautan
Setelah menerangkan macam-macam nikmat yang terdapat di darat, Allah segera menguraikan nikmat-nikmat-Nya di laut.
Dia-lah yang menundukkan laut –air asin dan air tawar- bagi kalian, agar kalian dapat memakan ikan yang kalian tangkap darinya.
C. Larangan Memanfaatkan Sumberdaya Secara Berlebih-Lebihan (Boros) dan Melampaui Batas
Al-Qur’an menegaskan tentang prinsip larangan pemanfaatan sumberdaya secara berlebih-lebihan (boros) dan melampaui batas, selain menyalahi karakter dasar sumberdaya yang seimbang dan terukur, tetapi lebih dari itu juga menyalahi prinsip hakekat keberadaan manusia dengan fungsi dan tugas utama sebagai pemakmur dan pengelola bumi.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Musthafa Al-Maraghi.1992.Terjemah Tafsir Al-Maraghi 14.Toha Putra: Semarang.
http://bangaliebrt.blogspot.com/2010/02/hukum-lingkungan-dalam-presfektif-islam.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-sciences/2242483-etika-konservasi-biodiversitas-dalam-perspektif/#ixzz1ront1CvR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s